Transfer ke rekening bank lain tidak selalu dikenakan biaya yang sama, sehingga mengetahui Cara Mengetahui Biaya Transfer Antarbank di Mobile Banking 2026 penting dilakukan sebelum transaksi dikonfirmasi. Perbedaan biaya biasanya dipengaruhi oleh metode transfer yang dipilih, kebijakan bank, nominal transaksi, serta layanan pembayaran yang tersedia di aplikasi.
Kabar baiknya, pengguna umumnya tidak perlu mencari daftar tarif secara manual melalui internet atau datang ke kantor cabang. Pada banyak aplikasi mobile banking, biaya administrasi akan ditampilkan ketika rekening tujuan, nominal, dan metode transfer sudah dipilih sehingga pengguna dapat memeriksa total dana yang akan terpotong.
Apa Itu Biaya Transfer Antarbank dan Mengapa Nominalnya Bisa Berbeda?

Biaya transfer antarbank adalah biaya yang dikenakan ketika dana dikirim dari rekening di satu bank menuju rekening bank berbeda. Misalnya, transfer dari rekening Bank A ke rekening Bank B termasuk transaksi antarbank dan dapat menggunakan layanan seperti BI-FAST, transfer online, SKNBI, atau RTGS.
Besarnya biaya tidak hanya ditentukan oleh nama bank, tetapi juga metode transfer yang digunakan. Karena itu, dua transaksi menuju rekening tujuan yang sama bisa memiliki biaya berbeda apabila pengguna memilih jalur transfer yang berbeda.
Pada praktiknya, bank juga dapat menyediakan beberapa pilihan layanan dalam satu aplikasi mobile banking. Nama menunya mungkin berbeda, tetapi biasanya pengguna akan menemukan pilihan seperti BI-FAST, Transfer Online, SKN, atau RTGS.
Ada alasan mengapa bank menyediakan beberapa metode tersebut. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda dari sisi kecepatan, batas transaksi, waktu pemrosesan, dan biaya.
Mengapa biaya transfer bisa berubah?
Tarif yang terlihat di aplikasi tidak selalu harus dianggap sebagai angka yang berlaku untuk semua bank. Bank dapat memiliki ketentuan biaya layanan sendiri sepanjang sesuai dengan ketentuan sistem pembayaran yang berlaku.
Contohnya, Bank Indonesia menetapkan biaya maksimal BI-FAST kepada nasabah untuk layanan transfer kredit individual sebesar Rp2.500 per transaksi. Namun, tampilan dan kebijakan tarif pada aplikasi bank tetap perlu diperiksa sebelum transaksi karena bank dapat menerapkan biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Faktor lain adalah jenis layanan yang dipilih. Transfer online biasa, misalnya, secara umum dikenal dengan tarif sekitar Rp6.500, sedangkan BI-FAST dirancang sebagai alternatif yang lebih murah dengan batas biaya Rp2.500 per transaksi.
Jenis Layanan Transfer Antarbank di Mobile Banking dan Biayanya
Sebelum mengecek tarif di aplikasi, pengguna perlu memahami pilihan transfer yang mungkin tersedia. Hal ini membantu menentukan layanan yang sesuai tanpa sekadar memilih metode pertama yang muncul di layar.
| Metode transfer | Biaya acuan/maksimal | Karakteristik utama |
|---|---|---|
| BI-FAST | Maksimal Rp2.500 | Cepat dan biaya relatif murah |
| Transfer Online | Umumnya Rp6.500 | Transfer antarbank secara langsung |
| SKNBI | Maksimal Rp2.900 | Diproses melalui kliring berjadwal |
| BI-RTGS | Maksimal Rp30.000 kepada nasabah | Ditujukan untuk transaksi bernilai besar |
BI-FAST menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk kebutuhan transfer antarbank sehari-hari. Bank Indonesia menetapkan batas maksimal biaya yang dapat dikenakan kepada nasabah untuk layanan transfer kredit individual sebesar Rp2.500 per transaksi.
Transfer Online biasanya tersedia sebagai metode transfer antarbank konvensional di mobile banking. Bank Indonesia memberikan contoh biaya transfer online biasa sebesar Rp6.500 ketika menjelaskan perbandingan dengan BI-FAST, tetapi tarif aktual tetap sebaiknya dilihat pada aplikasi bank yang digunakan.
SKNBI merupakan sistem transfer dana melalui mekanisme kliring yang memiliki jadwal pemrosesan. Bank Indonesia menetapkan batas maksimal biaya yang dapat dikenakan peserta kepada nasabah untuk layanan transfer dana SKNBI sebesar Rp2.900 per transaksi.
BI-RTGS lebih ditujukan untuk kebutuhan transaksi bernilai besar dan memiliki struktur biaya yang berbeda. Bank Indonesia menetapkan biaya kepada nasabah maksimal Rp30.000, sedangkan biaya sistem dari BI kepada bank berbeda berdasarkan waktu pengiriman.
Angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai acuan, bukan pengganti informasi biaya pada aplikasi. Jika mobile banking menampilkan biaya berbeda pada halaman konfirmasi, gunakan nominal yang ditampilkan aplikasi sebagai dasar sebelum menyelesaikan transaksi.
Cara Mengetahui Biaya Transfer Antarbank di Mobile Banking 2026
Cara paling aman untuk mengetahui biaya transfer adalah memulai transaksi sampai halaman pemeriksaan akhir, tetapi jangan langsung memasukkan PIN atau kode autentikasi sebelum semua informasi diperiksa.
1. Buka aplikasi mobile banking
Masuk ke aplikasi mobile banking resmi milik bank dan lakukan login seperti biasa. Pastikan aplikasi berasal dari sumber resmi dan sudah menggunakan versi terbaru agar tampilan menu serta sistem transaksi tidak tertinggal, setelah berhasil masuk, cari menu Transfer atau Kirim Uang. Nama menu dapat berbeda antara satu bank dengan bank lainnya.
2. Pilih rekening tujuan
Masukkan atau pilih rekening bank penerima yang ingin dituju. Periksa nama pemilik rekening yang ditampilkan aplikasi sebelum melanjutkan.
Langkah ini penting karena biaya bukan satu-satunya informasi yang harus diperiksa. Salah memasukkan nomor rekening dapat menyebabkan dana terkirim kepada penerima yang tidak sesuai.
3. Pilih bank tujuan dan metode transfer
Jika aplikasi menyediakan pilihan metode, perhatikan apakah terdapat opsi BI-FAST, Transfer Online, SKN, atau RTGS. Pilihan yang muncul dapat berbeda berdasarkan bank tujuan, nominal transfer, waktu transaksi, dan ketentuan aplikasi.
Untuk kebutuhan transfer biasa dengan nominal wajar, BI-FAST sering menjadi pilihan yang patut diperiksa terlebih dahulu karena batas biaya kepada nasabah lebih rendah dibandingkan transfer online biasa.
4. Masukkan nominal transfer
Ketik jumlah uang yang ingin dikirim. Setelah nominal dimasukkan, aplikasi biasanya akan memproses detail transaksi dan menampilkan informasi biaya pada tahap berikutnya.
Jangan terburu-buru menekan tombol konfirmasi. Gunakan halaman ini untuk memastikan biaya transfer, rekening tujuan, nominal, dan total dana yang akan terpotong.
5. Periksa rincian biaya
Cari bagian yang mencantumkan biaya admin, biaya transfer, fee, atau istilah serupa. Jika biaya tercantum sebagai Rp2.500, misalnya, berarti dana yang keluar dari rekening dapat menjadi nominal transfer ditambah biaya tersebut.
Contohnya, jika mengirim Rp100.000 dengan biaya Rp2.500, saldo yang terpotong dapat menjadi Rp102.500. Namun, angka final tetap mengikuti rincian yang ditampilkan aplikasi bank.
6. Jangan lanjutkan jika biaya tidak sesuai
Apabila biaya yang muncul lebih tinggi dari perkiraan, jangan langsung mengonfirmasi transaksi. Kembali ke pilihan metode transfer dan lihat apakah tersedia layanan lain dengan tarif yang lebih rendah.
Jika pilihan BI-FAST tersedia, bandingkan dengan transfer online sebelum mengambil keputusan. Perbedaan biaya beberapa ribu rupiah akan cukup terasa jika transfer dilakukan berkali-kali.
Cara Mengecek Biaya Transfer Sebelum Mengonfirmasi Transaksi
Cara paling praktis adalah menggunakan halaman review atau konfirmasi transaksi sebagai pemeriksaan terakhir. Di tahap tersebut, aplikasi biasanya sudah mengetahui bank tujuan, nominal, metode transfer, serta biaya yang akan diterapkan, perhatikan setidaknya empat informasi berikut sebelum menekan tombol konfirmasi:
- Nama penerima.
- Nomor rekening tujuan.
- Nominal transfer.
- Biaya administrasi dan total dana yang terpotong.
Jika semuanya sesuai, barulah transaksi dapat dilanjutkan menggunakan PIN, biometrik, atau metode autentikasi yang tersedia.
Bagaimana jika biaya tidak muncul?
Tidak semua aplikasi memiliki tampilan yang sama. Pada beberapa mobile banking, biaya dapat muncul setelah metode transfer dipilih, sedangkan aplikasi lain baru menampilkannya pada halaman ringkasan transaksi.
Jika biaya belum terlihat, jangan menganggap transaksi tersebut gratis. Cari menu detail transaksi, ikon informasi, atau halaman ringkasan sebelum melakukan autentikasi.
Checklist sebelum transfer
Gunakan pemeriksaan singkat berikut agar tidak salah:
Rekening: apakah nomor rekening dan nama penerima sudah benar?
Metode: apakah BI-FAST atau metode lain sudah sesuai kebutuhan?
Biaya: berapa biaya administrasinya?
Total: berapa jumlah saldo yang benar-benar akan terpotong?
Waktu: apakah transaksi perlu diterima segera atau dapat menunggu proses kliring?
Pemeriksaan sederhana ini lebih aman daripada hanya menghafalkan tarif. Pasalnya, biaya dan pilihan layanan dapat berbeda sesuai kebijakan bank serta kondisi transaksi.
Perbedaan Biaya Transfer BI-FAST, Real-Time Online, SKN, dan RTGS
Perbedaan utama keempat layanan tersebut bukan hanya pada biaya, tetapi juga cara transaksi diproses. Memahami perbedaannya akan membantu pengguna memilih metode berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar tarif.
BI-FAST
BI-FAST merupakan infrastruktur pembayaran ritel yang dirancang untuk transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Untuk layanan transfer kredit individual, batas biaya kepada nasabah yang ditetapkan Bank Indonesia adalah maksimal Rp2.500 per transaksi.
BI-FAST cocok untuk transfer antarbank sehari-hari ketika layanan tersebut tersedia di bank pengirim dan penerima. Batas nominal sistem untuk layanan transfer kredit individual adalah Rp250 juta per transaksi, meskipun bank dapat menetapkan limit nasabah yang lebih rendah.
Real-Time Online
Transfer online merupakan metode yang sudah lama tersedia pada layanan perbankan digital. Biayanya umumnya lebih tinggi dibandingkan BI-FAST, dengan angka Rp6.500 sebagai biaya yang dicontohkan Bank Indonesia dalam perbandingan layanan tersebut.
Keunggulannya adalah metode ini sudah umum dikenal dan dapat tersedia pada banyak aplikasi. Namun, jika BI-FAST tersedia dengan biaya lebih rendah untuk kebutuhan yang sama, pengguna dapat membandingkannya terlebih dahulu.
SKNBI
SKNBI memproses transaksi melalui mekanisme kliring yang memiliki jadwal setelmen. Bank Indonesia saat ini mencantumkan batas maksimal biaya transfer dana SKNBI kepada nasabah sebesar Rp2.900 per transaksi.
Karena pemrosesannya terjadwal, SKNBI tidak selalu menjadi pilihan pertama untuk kebutuhan yang mengharuskan dana diterima secepat mungkin. Metode ini lebih relevan ketika karakteristik transaksi dan waktu pemrosesan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
BI-RTGS
BI-RTGS merupakan sistem pembayaran yang digunakan untuk transaksi bernilai besar. Bank Indonesia menetapkan biaya yang dapat dikenakan bank kepada nasabah maksimal Rp30.000 per transaksi.
Layanan ini kurang cocok untuk transfer kecil sehari-hari jika tersedia metode yang lebih murah. Selain biaya, pengguna juga perlu memperhatikan jam operasional dan ketentuan bank sebelum memilih RTGS.
Cara Memilih Metode Transfer Antarbank yang Lebih Hemat
Jika tujuan utama adalah menghemat biaya, jangan langsung memilih metode berdasarkan kebiasaan. Bandingkan biaya yang muncul di aplikasi dengan kebutuhan transaksi sebelum menyelesaikannya.
Untuk transfer harian seperti mengirim uang kepada keluarga, membayar kebutuhan tertentu, atau memindahkan dana antarbank, BI-FAST layak menjadi pilihan pertama untuk diperiksa jika tersedia. Biaya maksimalnya Rp2.500 per transaksi, lebih rendah daripada angka Rp6.500 yang digunakan Bank Indonesia sebagai contoh biaya transfer online biasa.
Namun, biaya bukan satu-satunya pertimbangan. Perhatikan juga limit transaksi, kecepatan penerimaan, ketersediaan layanan, serta apakah bank tujuan mendukung metode tersebut.
Contoh memilih layanan
Misalnya seseorang ingin mengirim Rp500.000 ke rekening bank lain untuk kebutuhan sehari-hari. Jika aplikasi menyediakan BI-FAST dengan biaya Rp2.500 dan transfer online dengan biaya Rp6.500, BI-FAST secara biaya lebih hemat Rp4.000.
Sebaliknya, transaksi bernilai besar dapat membutuhkan pertimbangan berbeda. Jika nominal, kebutuhan waktu, atau karakter transaksi tidak sesuai dengan BI-FAST, pengguna dapat mempertimbangkan layanan lain yang tersedia.
Tips praktis: jangan menganggap metode transfer paling mahal selalu lebih cepat atau paling aman. Keamanan transaksi lebih banyak bergantung pada sistem bank, autentikasi, serta ketelitian pengguna dalam memeriksa detail penerima.
FAQ Seputar Biaya Transfer Antarbank di Mobile Banking
Berapa biaya transfer antarbank melalui BI-FAST pada 2026?
Bank Indonesia menetapkan batas maksimal biaya BI-FAST untuk layanan transfer kredit individual kepada nasabah sebesar Rp2.500 per transaksi. Tarif yang muncul pada mobile banking tetap perlu diperiksa karena aplikasi bank dapat menampilkan ketentuan biaya yang berlaku pada layanan tersebut.
Apakah transfer antarbank selalu dikenakan biaya?
Tidak selalu dalam nominal yang sama karena biaya bergantung pada metode dan kebijakan bank. Beberapa bank dapat memiliki program atau ketentuan tertentu yang membuat biaya berbeda dari tarif umum.
Bagaimana cara melihat biaya transfer sebelum uang dikirim?
Masuk ke menu transfer, pilih rekening tujuan dan metode transfer, kemudian lanjutkan hingga halaman ringkasan transaksi. Periksa bagian biaya admin dan total dana yang terpotong sebelum memasukkan PIN atau menyelesaikan autentikasi.
Mana yang lebih murah, BI-FAST atau transfer online?
BI-FAST umumnya lebih murah berdasarkan batas biaya yang ditetapkan Bank Indonesia. BI-FAST memiliki batas maksimal Rp2.500 per transaksi, sedangkan Bank Indonesia mencantumkan Rp6.500 sebagai contoh biaya transfer online biasa.
Berapa biaya transfer melalui SKNBI?
Bank Indonesia menetapkan batas maksimal biaya transfer dana SKNBI yang dapat dikenakan kepada nasabah sebesar Rp2.900 per transaksi. Pemrosesannya menggunakan mekanisme kliring berjadwal sehingga karakter waktunya berbeda dari layanan transfer instan.
Apakah biaya transfer RTGS lebih mahal?
Biaya RTGS memang dapat lebih tinggi dibandingkan layanan transfer ritel seperti BI-FAST. Bank Indonesia menetapkan batas maksimal biaya yang dapat dikenakan bank kepada nasabah sebesar Rp30.000 per transaksi.
Mengapa biaya di aplikasi saya berbeda dengan daftar tarif di internet?
Daftar tarif di internet bisa merupakan informasi lama atau hanya menggambarkan tarif sistem tertentu. Untuk mengetahui jumlah yang benar-benar akan dipotong, gunakan nominal biaya yang ditampilkan mobile banking pada halaman konfirmasi transaksi.
Apakah biaya transfer bisa berubah?
Bisa, karena tarif layanan perbankan dan ketentuan sistem pembayaran dapat mengalami perubahan. Bank Indonesia sendiri menyatakan beberapa skema harga dapat dievaluasi secara berkala, sehingga pengguna sebaiknya memeriksa informasi terbaru pada aplikasi atau kanal resmi bank.
Kesimpulan
Mengetahui biaya transfer antarbank tidak harus dilakukan dengan menghafalkan semua tarif perbankan. Cara paling akurat adalah membuka mobile banking, memilih rekening tujuan dan metode transfer, lalu memeriksa biaya serta total saldo yang akan terpotong pada halaman konfirmasi.
Untuk transaksi sehari-hari, BI-FAST layak diperiksa terlebih dahulu karena batas biaya transfer kredit individual yang ditetapkan Bank Indonesia adalah maksimal Rp2.500 per transaksi. Namun, jika layanan tersebut tidak tersedia atau kebutuhan transaksi berbeda, bandingkan dengan Transfer Online, SKNBI, maupun RTGS sesuai nominal dan urgensinya.
Yang paling penting, jangan memasukkan PIN sebelum memastikan nama penerima, nomor rekening, metode transfer, biaya administrasi, dan total dana yang terpotong sudah benar. Dengan kebiasaan tersebut, pengguna dapat menghindari biaya yang tidak disadari sekaligus memilih metode transfer yang lebih sesuai dan hemat.