Ekonomi

Syarat Mengajukan KPR untuk Rumah Pertama dan Dokumen yang Harus Disiapkan

Syarat Mengajukan KPR untuk Rumah Pertama dan Dokumen yang Harus Disiapkan

Membeli rumah pertama dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) membutuhkan persiapan yang lebih dari sekadar menyediakan uang muka. Syarat mengajukan KPR untuk rumah pertama umumnya mencakup identitas, penghasilan, riwayat kredit, masa kerja atau usaha, dokumen rumah, serta kemampuan membayar cicilan.

Setiap bank dapat menerapkan ketentuan yang berbeda, termasuk batas usia, masa kerja, jenis dokumen, dan besarnya pembiayaan. Karena itu, memahami persyaratan dasar sejak awal bisa membantu calon pembeli menentukan rumah dan skema KPR yang sesuai kemampuan finansial.

Apa Itu KPR untuk Rumah Pertama?

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah fasilitas pembiayaan dari bank untuk membeli rumah dengan pembayaran secara angsuran dalam jangka waktu tertentu. Rumah yang dibeli biasanya menjadi bagian dari jaminan kredit sampai kewajiban kepada bank selesai.

Istilah KPR rumah pertama biasanya merujuk pada pengajuan pembiayaan untuk seseorang yang belum memiliki rumah atau baru pertama kali membeli rumah menggunakan fasilitas KPR. Namun, definisi dan program khusus untuk pembeli rumah pertama dapat berbeda tergantung produk bank atau program pemerintah.

Secara umum, calon debitur perlu menyiapkan dana untuk uang muka, biaya administrasi, provisi, asuransi, notaris, pajak, serta biaya lain yang muncul dalam transaksi.

Siapa yang Bisa Mengajukan KPR Rumah Pertama?

Pada dasarnya, KPR dapat diajukan oleh calon pembeli yang memenuhi kriteria bank dan mempunyai sumber penghasilan yang dapat dibuktikan.

Pemohon dapat berasal dari beberapa kelompok, seperti:

  • Karyawan tetap.
  • Karyawan kontrak pada produk tertentu.
  • Wiraswasta atau pemilik usaha.
  • Profesional.
  • Pekerja dengan penghasilan tidak tetap.
  • Pekerja freelance, tergantung kebijakan bank.

BTN, misalnya, menyebutkan persyaratan umum berupa WNI, memiliki penghasilan tetap maupun tidak tetap, masa kerja minimal tertentu, serta batas usia yang ditentukan produk. Namun, persyaratan produk KPR dapat berbeda antara satu bank dan lainnya.

Syarat Mengajukan KPR untuk Rumah Pertama

Persyaratan KPR secara umum dapat dibagi menjadi empat kelompok: identitas, penghasilan, riwayat kredit, dan properti yang akan dibeli.

Beberapa syarat yang biasanya diperiksa bank antara lain:

  1. Berstatus Warga Negara Indonesia untuk produk yang mensyaratkannya.
  2. Memenuhi batas usia minimum dan maksimum.
  3. Memiliki penghasilan yang dapat diverifikasi.
  4. Mempunyai masa kerja atau masa usaha sesuai ketentuan bank.
  5. Memiliki riwayat kredit yang dapat diterima bank.
  6. Menyiapkan uang muka dan biaya transaksi sesuai skema KPR.
  7. Melengkapi dokumen pribadi dan dokumen rumah.
  8. Memenuhi ketentuan legalitas properti.

Syarat tersebut belum otomatis membuat KPR disetujui. Bank tetap melakukan analisis kredit untuk melihat kemampuan pemohon membayar cicilan dan risiko pembiayaan.

Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Pengajuan KPR

Dokumen menjadi bagian penting karena bank menggunakannya untuk memverifikasi identitas, pekerjaan, penghasilan, serta objek rumah.

Dokumen pribadi yang sering diminta meliputi:

  • KTP pemohon.
  • KTP pasangan jika sudah menikah.
  • Kartu Keluarga.
  • Buku atau akta nikah, jika sudah menikah.
  • NPWP sesuai ketentuan produk.
  • Slip gaji atau surat keterangan penghasilan.
  • Rekening koran atau mutasi rekening.
  • Surat keterangan kerja untuk karyawan.
  • Dokumen usaha bagi wiraswasta.
  • Laporan keuangan apabila diperlukan.

Sebagai contoh, BNI Griya mencantumkan dokumen yang berbeda berdasarkan kategori pegawai, profesional, dan pengusaha. Pengusaha dapat diminta menyerahkan rekening koran, dokumen legalitas usaha, serta laporan keuangan, karena daftar dokumen dapat berubah, sebaiknya gunakan checklist resmi dari bank yang dipilih sebelum mengajukan.

Syarat KPR untuk Karyawan

Karyawan biasanya lebih mudah menunjukkan sumber penghasilan karena memiliki slip gaji dan surat keterangan kerja.

Bank umumnya akan melihat:

  • Status kepegawaian.
  • Lama bekerja.
  • Penghasilan rutin.
  • Rekening penerimaan gaji.
  • Cicilan atau kewajiban lain.
  • Usia saat kredit berakhir.
  • Riwayat pembayaran kredit.

Masa kerja tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua bank. BNI, misalnya, menetapkan masa kerja minimal berbeda berdasarkan status perusahaan dan kategori pegawai pada produk BNI Griya. Karena itu, karyawan yang baru pindah perusahaan sebaiknya memeriksa ketentuan bank sebelum menentukan waktu pengajuan.

Syarat KPR untuk Wiraswasta

Wiraswasta dapat mengajukan KPR selama mampu menunjukkan bahwa usaha berjalan dan menghasilkan pendapatan yang dapat diverifikasi.

Dokumen yang dapat diminta antara lain:

  • KTP dan KK.
  • NPWP.
  • Rekening koran.
  • NIB atau dokumen legalitas usaha.
  • Akta pendirian perusahaan jika relevan.
  • Laporan keuangan.
  • Bukti transaksi usaha.
  • Dokumen perpajakan.

BNI Griya, misalnya, mencantumkan pengalaman usaha atau profesi minimal dua tahun untuk wiraswasta dan profesional pada produk tersebut.

Hal terpenting bagi pengusaha bukan hanya besarnya omzet, tetapi konsistensi dan kemampuan menunjukkan arus kas yang mendukung pembayaran cicilan.

Syarat KPR untuk Pekerja Freelance

Pekerja freelance juga dapat memiliki peluang mengajukan KPR apabila penghasilannya dapat dibuktikan dan memenuhi penilaian bank. Tantangannya adalah pendapatan freelance biasanya tidak diterima dalam jumlah tetap setiap bulan. Oleh karena itu, bank dapat lebih memperhatikan riwayat transaksi rekening, kontrak pekerjaan, invoice, bukti pembayaran, dan dokumen pajak.

Simpan bukti penghasilan secara teratur. Rekening yang digunakan untuk menerima pembayaran pekerjaan juga sebaiknya memiliki transaksi yang jelas sehingga sumber dana lebih mudah diverifikasi.

Syarat Penghasilan Minimum untuk Mengajukan KPR

Tidak ada satu angka penghasilan minimum yang berlaku untuk seluruh KPR di Indonesia. Besarnya penghasilan yang dianggap memadai sangat bergantung pada harga rumah, uang muka, tenor, suku bunga, cicilan lain, kebijakan bank, dan hasil analisis kemampuan membayar.

Misalnya, seseorang dengan penghasilan Rp10 juta per bulan belum tentu mendapatkan plafon yang sama dengan pemohon lain yang berpenghasilan Rp10 juta. Perbedaan utang berjalan, tanggungan, tenor, dan profil kredit dapat memengaruhi hasil analisis.

Bank juga menyediakan kalkulator KPR untuk memperkirakan cicilan dan kemampuan pembiayaan berdasarkan penghasilan, harga rumah, tenor, suku bunga, serta cicilan lain.

Apakah KPR Rumah Pertama Harus Memiliki Rekening Bank?

Tidak selalu harus sudah menjadi nasabah bank tertentu sebelum mengajukan KPR. Namun, rekening bank sangat membantu untuk menunjukkan arus pemasukan dan pengeluaran. Rekening juga biasanya dibutuhkan dalam proses pembayaran atau autodebet cicilan setelah kredit berjalan, sesuai ketentuan bank.

Untuk karyawan, rekening tempat menerima gaji dapat menjadi salah satu dokumen pendukung. Untuk wiraswasta dan freelancer, mutasi rekening bahkan dapat menjadi salah satu bukti penting untuk menunjukkan konsistensi pendapatan.

Syarat Usia untuk Mengajukan KPR

Batas usia KPR terdiri dari usia minimum saat pengajuan dan usia maksimum ketika kredit berakhir. Banyak produk KPR menetapkan usia minimum sekitar 21 tahun, tetapi ketentuan akhir bergantung pada produk. Batas usia saat kredit lunas juga berbeda berdasarkan pekerjaan dan kebijakan bank.

Sebagai contoh, BNI mencantumkan usia minimum 21 tahun. Untuk BNI Griya, usia maksimal saat kredit lunas adalah 55 tahun atau sesuai usia pensiun bagi pegawai dan 65 tahun bagi wiraswasta serta profesional.

Artinya, usia pemohon ikut menentukan pilihan tenor. Pemohon yang lebih dekat dengan batas usia maksimum mungkin tidak bisa mengambil tenor selama pemohon yang lebih muda.

Syarat Masa Kerja atau Lama Usaha untuk KPR

Bank membutuhkan masa kerja atau lama usaha sebagai salah satu indikator kestabilan sumber penghasilan. Namun, persyaratannya tidak seragam. BTN pernah mencantumkan masa kerja minimal satu tahun untuk ketentuan umum KPR, sedangkan produk bank tertentu dapat menetapkan persyaratan yang lebih spesifik.

Untuk usaha, bank biasanya ingin melihat apakah kegiatan bisnis sudah berjalan cukup lama dan mempunyai arus pendapatan yang dapat diverifikasi.

Jika masa kerja atau usaha belum memenuhi syarat, jangan memaksakan pengajuan. Periksa alternatif produk atau tunggu sampai persyaratan terpenuhi agar dokumen yang diserahkan lebih kuat.

Syarat dan Ketentuan Uang Muka KPR

Uang muka atau DP adalah bagian harga rumah yang dibayar oleh pembeli dan tidak dibiayai dari plafon KPR. Besarnya DP tidak selalu sama untuk setiap rumah, bank, program, dan kondisi pemohon. Promo developer juga dapat memberikan skema pembayaran yang berbeda.

Bank Indonesia melalui ketentuan LTV/FTV saat ini memperbolehkan rasio LTV kredit properti sampai 100% untuk kategori dan bank yang memenuhi persyaratan tertentu. Kebijakan tersebut diperpanjang untuk periode 1 Januari sampai 31 Desember 2026.

Meski demikian, LTV 100% bukan berarti semua pembeli otomatis mendapatkan KPR tanpa DP. Bank tetap memiliki kebijakan kredit sendiri dan calon pembeli masih perlu menyiapkan biaya transaksi lainnya.

Apakah KPR Rumah Pertama Bisa Tanpa DP?

Secara kebijakan makroprudensial, terdapat ruang bagi bank tertentu untuk memberikan pembiayaan properti dengan LTV hingga 100%, tetapi pelaksanaan di tingkat produk bank tetap bergantung pada kebijakan internal, jenis properti, profil debitur, dan program yang digunakan.

Selain itu, tanpa DP tidak sama dengan tanpa biaya. Pembeli masih dapat menghadapi biaya seperti administrasi, provisi, appraisal, notaris, asuransi, pajak, atau biaya transaksi lainnya. Jadi, sebelum mengambil promo KPR tanpa DP, hitung seluruh dana awal yang tetap harus tersedia.

Dokumen Rumah yang Perlu Disiapkan

Dokumen properti diperlukan agar bank dapat memeriksa legalitas dan kelayakan rumah sebagai objek pembiayaan. Untuk rumah baru dari developer, dokumen dapat mencakup surat pemesanan rumah serta dokumen legalitas yang disediakan developer. Untuk rumah seken, bank dapat meminta sertifikat, dokumen bangunan, dan bukti pembayaran pajak properti.

BNI, misalnya, membedakan dokumen jaminan untuk properti baru dan properti seken. Untuk properti seken, dokumen yang tercantum antara lain sertifikat, dokumen bangunan, dan bukti pelunasan PBB tahun terakhir. Jangan memberikan uang dalam jumlah besar sebelum status legalitas dan mekanisme transaksi rumah benar-benar dipahami.

Cara Mengajukan KPR untuk Rumah Pertama

Urutan pengajuan secara umum dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Tentukan harga rumah berdasarkan kemampuan finansial.
  2. Bandingkan beberapa produk KPR.
  3. Siapkan uang muka dan biaya tambahan.
  4. Periksa riwayat kredit.
  5. Kumpulkan dokumen pribadi dan penghasilan.
  6. Pastikan dokumen rumah lengkap.
  7. Ajukan aplikasi KPR.
  8. Jalani proses verifikasi dan analisis kredit.
  9. Ikuti appraisal properti jika diperlukan.
  10. Tunggu keputusan kredit.
  11. Tanda tangani akad jika disetujui dan seluruh syarat terpenuhi.

Jangan hanya berfokus pada besarnya plafon. Perhatikan juga suku bunga, tenor, biaya awal, biaya setelah masa bunga tertentu, dan konsekuensi jika terjadi keterlambatan pembayaran.

Cara Mengajukan KPR Secara Online

Sebagian bank telah menyediakan kanal digital untuk memulai pengajuan KPR. Biasanya calon nasabah perlu mengisi data pribadi, informasi pekerjaan, penghasilan, rumah yang akan dibeli, serta mengunggah dokumen yang diminta.

Contohnya, BNI menyediakan pengajuan kredit secara online melalui e-form untuk produk BNI Griya tertentu. Perlu diperhatikan bahwa pengajuan online tidak selalu berarti seluruh proses selesai tanpa tatap muka. Bank masih dapat meminta verifikasi dokumen, wawancara, appraisal, pemeriksaan legalitas, atau proses akad sesuai ketentuan.

Tahapan Pengajuan KPR dari Awal sampai Akad

Setelah aplikasi dikirim, proses biasanya berlanjut ke beberapa tahap.

1. Verifikasi dokumen

Bank memeriksa identitas, pekerjaan, penghasilan, dan kelengkapan dokumen.

2. Analisis kredit

Bank menghitung kemampuan pemohon membayar kewajiban berdasarkan penghasilan dan kewajiban finansial yang sudah ada.

3. Pemeriksaan riwayat kredit

Data kredit dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam analisis kelayakan.

4. Appraisal properti

Bank dapat menilai nilai rumah yang akan menjadi objek pembiayaan. Nilai hasil appraisal dapat memengaruhi jumlah pembiayaan yang disetujui.

5. Persetujuan kredit

Jika memenuhi penilaian bank, pemohon mendapatkan keputusan kredit beserta ketentuan yang berlaku.

6. Akad dan pencairan

Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, proses dilanjutkan dengan akad dan pencairan sesuai mekanisme bank.

Cara Bank Menilai Kemampuan Membayar Cicilan

Bank tidak hanya melihat gaji. Yang diperhatikan adalah gambaran kemampuan finansial secara keseluruhan.

Beberapa faktor yang dapat diperiksa antara lain:

  • Penghasilan.
  • Stabilitas pekerjaan atau usaha.
  • Cicilan yang sedang berjalan.
  • Riwayat kredit.
  • Usia.
  • Nilai dan legalitas properti.
  • Jumlah uang muka.
  • Tenor kredit.
  • Profil risiko pemohon.

Karena itu, menaikkan harga rumah sampai batas maksimal plafon belum tentu merupakan pilihan yang aman untuk kondisi keuangan pribadi.

Sebagai simulasi sederhana, calon pembeli dengan banyak cicilan berjalan dapat memiliki ruang angsuran KPR yang lebih terbatas dibandingkan pemohon dengan pendapatan sama tetapi kewajiban bulanan lebih kecil.

Cara Cek Riwayat Kredit Sebelum Mengajukan KPR

Calon debitur dapat mengecek informasi kredit melalui layanan iDebKu milik OJK. SLIK OJK menyediakan informasi debitur yang bersumber dari laporan lembaga jasa keuangan. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sumber dalam analisis kelayakan kredit.

Pengecekan sebelum mengajukan KPR berguna untuk menemukan masalah lebih awal, misalnya adanya fasilitas kredit yang belum diketahui, informasi yang belum sesuai, atau catatan pembayaran yang perlu diklarifikasi. Permohonan informasi debitur dapat dilakukan secara online melalui layanan iDebKu OJK.

Pengaruh SLIK OJK terhadap Pengajuan KPR

SLIK OJK sering disebut sebagai BI Checking oleh masyarakat, meskipun layanan tersebut sekarang dikelola OJK melalui SLIK. Hal penting yang perlu dipahami adalah SLIK bukan daftar hitam. OJK menjelaskan bahwa informasi dalam SLIK bersifat netral dan bukan satu-satunya dasar keputusan pemberian kredit.

Bank tetap memiliki kewenangan melakukan analisis risiko berdasarkan kebijakan internal. Karena itu, hasil SLIK yang baik tidak otomatis menjamin KPR disetujui, begitu pula adanya informasi tertentu tidak selalu berarti pengajuan pasti ditolak. Jika menemukan data yang tidak sesuai, selesaikan klarifikasi dengan lembaga keuangan terkait sebelum mengajukan KPR.

Berapa Lama Proses Pengajuan KPR?

Lama proses KPR tidak memiliki satu durasi yang berlaku untuk seluruh bank dan kasus.

Waktunya dapat dipengaruhi oleh:

  • Kelengkapan dokumen.
  • Kecepatan verifikasi.
  • Status pekerjaan.
  • Kompleksitas sumber penghasilan.
  • Hasil SLIK.
  • Proses appraisal.
  • Pemeriksaan legalitas rumah.
  • Kesiapan developer atau penjual.
  • Jadwal notaris dan akad.

Semakin lengkap dokumen sejak awal, semakin kecil kemungkinan proses tertunda hanya karena harus meminta dokumen tambahan.

Penyebab Pengajuan KPR Rumah Pertama Ditolak

Beberapa kondisi yang dapat membuat pengajuan KPR tidak memenuhi kriteria bank antara lain:

  1. Kemampuan membayar dinilai belum memadai.
  2. Penghasilan sulit diverifikasi.
  3. Masa kerja atau usaha belum memenuhi ketentuan.
  4. Dokumen tidak lengkap atau tidak konsisten.
  5. Terdapat masalah pada informasi kredit.
  6. Legalitas rumah bermasalah.
  7. Nilai appraisal tidak sesuai dengan struktur pembiayaan.
  8. Usia pemohon tidak sesuai dengan ketentuan produk.
  9. Beban cicilan yang sudah berjalan terlalu besar.
  10. Profil risiko tidak sesuai kebijakan internal bank.

Penolakan tidak selalu berarti pemohon tidak akan pernah bisa mendapatkan KPR. Penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu agar langkah berikutnya tidak sekadar mengulang pengajuan dengan kondisi yang sama.

Cara Agar Pengajuan KPR Lebih Lancar

Persiapan terbaik dilakukan sebelum formulir KPR dikirim.

  • Pertama, rapikan dokumen penghasilan. Pastikan slip gaji, rekening, surat kerja, atau dokumen usaha menunjukkan informasi yang konsisten.
  • Kedua, cek SLIK lebih awal. Dengan begitu, masalah data kredit dapat diketahui sebelum proses pengajuan berlangsung.
  • Ketiga, hitung cicilan secara realistis. Jangan hanya menghitung cicilan KPR, tetapi masukkan juga cicilan kendaraan, kartu kredit, pinjaman, dan kebutuhan rutin.
  • Keempat, siapkan dana cadangan. Dana untuk DP saja belum cukup karena transaksi rumah dapat memerlukan biaya lain.
  • Kelima, jangan berpindah pekerjaan atau mengubah struktur penghasilan secara mendadak tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap proses kredit.

Untuk wiraswasta dan freelancer, dokumentasikan pendapatan secara konsisten melalui rekening dan dokumen transaksi. Ini membantu bank memahami pola penghasilan yang mungkin tidak sama setiap bulan.

Tips Memilih KPR untuk Rumah Pertama

Jangan membandingkan KPR hanya dari iklan bunga awal, perhatikan beberapa komponen berikut:

Yang Dibandingkan Hal yang Perlu Dilihat
Suku bunga Bunga awal dan ketentuan setelah periode tertentu
Tenor Lama cicilan dan dampaknya terhadap total pembayaran
DP Persentase serta jadwal pembayaran
Provisi Biaya yang dibebankan saat kredit
Administrasi Biaya pemrosesan aplikasi
Asuransi Jenis dan mekanisme perlindungan
Penalti Ketentuan pelunasan dipercepat jika ada
Appraisal Biaya dan mekanisme penilaian
Notaris dan pajak Biaya yang berada di luar plafon atau sesuai skema transaksi

Perhatikan pula apakah cicilan tetap hanya berlaku selama periode tertentu. Cicilan yang terlihat ringan pada awal KPR belum tentu tetap sama sampai akhir tenor.

Untuk pembeli rumah pertama, lebih baik menentukan batas harga rumah berdasarkan kemampuan membayar daripada menentukan rumah terlebih dahulu lalu mencari cara agar cicilannya masuk ke anggaran.

Checklist sebelum mengajukan KPR

Sebelum mengirim aplikasi, pastikan:

  • Identitas dan KK sesuai.

  • Dokumen pasangan tersedia jika diperlukan.

  • Bukti penghasilan lengkap.

  • Rekening menunjukkan transaksi yang jelas.

  • SLIK sudah diperiksa.

  • Cicilan berjalan sudah dihitung.

  • Dana DP tersedia.

  • Biaya tambahan sudah disiapkan.

  • Dokumen rumah telah diperiksa.

  • Produk KPR dan ketentuannya sudah dibandingkan.

Dengan checklist tersebut, calon pembeli dapat mengurangi risiko proses berhenti karena masalah administratif yang sebenarnya bisa dipersiapkan sejak awal.

FAQ Seputar Syarat Mengajukan KPR untuk Rumah Pertama

Apakah rumah pertama bisa diajukan tanpa DP?

Bisa saja dalam skema atau produk tertentu, karena ketentuan LTV memungkinkan pembiayaan properti hingga 100% dalam kondisi tertentu. Namun, keputusan tetap berada pada kebijakan bank dan bukan berarti seluruh biaya pembelian menjadi nol.

Apakah karyawan kontrak bisa mengajukan KPR?

Kemungkinannya bergantung pada produk dan kebijakan bank. Bank biasanya akan menilai masa kerja, kestabilan penghasilan, sisa masa kontrak, serta kemampuan membayar.

Apakah freelancer bisa mengajukan KPR?

Bisa pada produk yang menerima pemohon dengan penghasilan tidak tetap, selama pendapatan dan aktivitas pekerjaan dapat dibuktikan sesuai persyaratan bank.

Apakah wiraswasta harus mempunyai rekening bisnis?

Tidak selalu. Namun, rekening yang menunjukkan transaksi usaha secara jelas dapat membantu proses verifikasi penghasilan.

Berapa gaji minimal untuk KPR rumah pertama?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua bank. Kemampuan KPR dipengaruhi harga rumah, DP, tenor, bunga, cicilan lain, dan hasil analisis bank.

Apakah SLIK OJK menentukan KPR pasti disetujui atau ditolak?

Tidak. OJK menjelaskan bahwa informasi SLIK hanya salah satu sumber dalam analisis kelayakan dan keputusan akhir berada pada lembaga jasa keuangan berdasarkan penilaian risikonya.

Apakah harus punya rekening di bank yang memberikan KPR?

Tidak selalu pada tahap awal pengajuan. Namun, bank dapat mensyaratkan rekening tertentu untuk pembayaran cicilan atau kebutuhan administrasi setelah kredit berjalan.

Kesimpulan

Mengajukan KPR untuk rumah pertama membutuhkan persiapan dari sisi keuangan, dokumen, riwayat kredit, dan legalitas rumah. Syarat dasarnya memang terlihat sederhana, tetapi keputusan bank ditentukan melalui analisis terhadap kondisi pemohon dan properti secara keseluruhan.

Sebelum mengajukan, pastikan penghasilan dapat dibuktikan, cicilan berjalan sudah diperhitungkan, SLIK telah diperiksa, serta dana untuk DP dan biaya transaksi tersedia. Jangan lupa membandingkan ketentuan beberapa produk karena batas usia, masa kerja, DP, biaya, dan mekanisme bunga dapat berbeda.

Yang paling penting, pilih harga rumah berdasarkan kemampuan membayar dalam jangka panjang, bukan semata-mata berdasarkan plafon KPR yang mungkin diberikan bank.