Cara Memeriksa Sertifikat SSL Website dapat dilakukan melalui browser atau tools online untuk memastikan sertifikat masih berlaku, sesuai dengan nama domain, dan dapat dipercaya. Pemeriksaan ini penting bagi pemilik website maupun pengunjung yang ingin memastikan koneksi HTTPS berfungsi dengan benar.
Sertifikat SSL/TLS yang bermasalah dapat menyebabkan browser menampilkan peringatan seperti Your connection is not private atau NET::ERR_CERT_DATE_INVALID. Kondisi tersebut bisa terjadi karena sertifikat kedaluwarsa, nama domain tidak cocok, atau konfigurasi server yang kurang tepat.
Untuk mengetahui penyebabnya, Anda tidak harus memiliki keahlian teknis tingkat lanjut. Dengan mengikuti langkah-langkah berikut, Anda dapat memeriksa informasi sertifikat, mengetahui tanggal kedaluwarsa, dan memahami cara mengatasi masalah SSL pada website.
Apa Itu Sertifikat SSL Website dan Mengapa Perlu Diperiksa?

Sertifikat SSL adalah sertifikat digital yang membantu memverifikasi identitas website dan memungkinkan browser membangun koneksi terenkripsi dengan server. Teknologi keamanan yang digunakan saat ini dikenal sebagai TLS (Transport Layer Security), meskipun istilah SSL masih umum digunakan.
Sertifikat tersebut menjadi bagian penting dari HTTPS, yaitu protokol komunikasi web yang melindungi pertukaran data antara browser dan server. Dengan koneksi terenkripsi, informasi yang dikirimkan pengguna lebih terlindungi dari penyadapan selama proses komunikasi berlangsung.
Fungsi sertifikat SSL pada website
Sertifikat SSL/TLS memiliki beberapa fungsi penting dalam menjaga keamanan koneksi website.
1. Mengenkripsi pertukaran data
SSL/TLS membantu melindungi data yang dikirim antara browser dan server. Perlindungan ini penting ketika pengguna masuk ke akun, mengisi formulir, atau melakukan transaksi online.
2. Memverifikasi nama domain
Browser memeriksa apakah sertifikat berlaku untuk domain yang sedang diakses. Jika sertifikat tidak mencakup nama domain tersebut, browser dapat menampilkan peringatan keamanan.
3. Membantu mendeteksi masalah konfigurasi HTTPS
Pemeriksaan sertifikat dapat menemukan masalah seperti masa berlaku yang habis, rantai sertifikat yang tidak lengkap, atau konfigurasi server yang keliru.
Mengapa sertifikat SSL perlu diperiksa?
Sertifikat SSL memiliki periode berlaku dan harus diperbarui sebelum kedaluwarsa. Jika masa berlakunya habis, browser dapat menolak koneksi normal atau menampilkan peringatan kepada pengunjung.
Pemeriksaan juga diperlukan ketika website berpindah hosting, mengganti domain, menggunakan CDN, atau mengubah konfigurasi server. Perubahan tersebut dapat memengaruhi sertifikat yang disajikan kepada pengunjung.
Perlu dipahami bahwa HTTPS tidak otomatis menjamin seluruh isi website aman. Sertifikat membantu melindungi koneksi dan memverifikasi domain, tetapi tidak menjamin website bebas dari penipuan, malware, atau pencurian data.
Cara Memeriksa Sertifikat SSL Website melalui Browser
Browser menyediakan informasi keamanan yang dapat digunakan untuk memeriksa koneksi HTTPS. Metode ini cocok untuk pemeriksaan awal karena tidak memerlukan aplikasi tambahan.
Tampilan menu dapat berbeda berdasarkan versi browser. Namun, prinsip pemeriksaannya tetap sama, yaitu membuka informasi keamanan situs dan memeriksa status koneksi.
1. Memeriksa sertifikat melalui Google Chrome
Ikuti langkah berikut untuk memeriksa keamanan website menggunakan Chrome.
-
Buka Google Chrome dan kunjungi website yang ingin diperiksa.
-
Perhatikan alamat website pada kolom address bar.
-
Klik ikon informasi atau indikator keamanan di sebelah kiri alamat website.
-
Periksa informasi mengenai koneksi dan status keamanan yang ditampilkan.
Chrome menyediakan informasi keamanan melalui indikator di samping alamat website. Pada versi tertentu, informasi tersebut tidak langsung menampilkan seluruh detail sertifikat.
Jika Anda membutuhkan informasi teknis tambahan, buka Chrome DevTools dengan menekan tombol F12, kemudian cari panel Security jika tersedia. Panel ini dapat membantu memeriksa informasi keamanan halaman dan menemukan masalah pada koneksi HTTPS.
2. Memeriksa sertifikat melalui Mozilla Firefox
Mozilla Firefox menyediakan akses ke informasi sertifikat melalui panel informasi situs.
Berikut langkah-langkahnya:
-
Buka website yang ingin diperiksa.
-
Klik ikon di sebelah kiri alamat website.
-
Pilih informasi koneksi aman jika tersedia.
-
Buka informasi sertifikat melalui opsi lanjutan atau View Certificate.
-
Periksa informasi penerbit, nama domain, dan masa berlaku sertifikat.
Pada tampilan yang mendukungnya, Anda dapat menemukan bagian Validity untuk melihat periode berlaku sertifikat. Perhatikan juga bagian Issuer dan Subject Alternative Name. Informasi tersebut membantu mengetahui penerbit sertifikat serta nama domain yang tercakup di dalamnya.
3. Memeriksa sertifikat melalui Microsoft Edge
Microsoft Edge menggunakan mekanisme keamanan sertifikat untuk memverifikasi koneksi HTTPS.
Cara memeriksanya hampir sama dengan Chrome:
-
Buka Microsoft Edge.
-
Kunjungi website yang ingin diperiksa.
-
Klik indikator keamanan di sebelah kiri alamat website.
-
Periksa status koneksi dan buka detail sertifikat jika tersedia.
Jika informasi sertifikat tidak ditampilkan secara langsung, gunakan SSL checker online untuk mendapatkan rincian tambahan.
Cara membaca hasil pemeriksaan browser
Berikut beberapa hasil yang mungkin muncul saat memeriksa sertifikat SSL.
| Hasil pemeriksaan | Artinya | Tindakan |
|---|---|---|
| Koneksi aman | Browser berhasil memverifikasi koneksi HTTPS | Tetap periksa domain sebelum memasukkan data |
| Sertifikat kedaluwarsa | Masa berlaku sertifikat sudah berakhir | Pemilik website perlu memperbarui sertifikat |
| Nama domain tidak cocok | Sertifikat tidak mencakup domain yang diakses | Periksa konfigurasi domain dan sertifikat |
| Sertifikat tidak dipercaya | Rantai sertifikat atau penerbit tidak dapat diverifikasi | Periksa konfigurasi sertifikat |
| Sertifikat belum berlaku | Tanggal saat ini berada sebelum masa berlaku sertifikat | Periksa tanggal perangkat dan periode sertifikat |
Jika browser menampilkan peringatan keamanan, jangan langsung melanjutkan ke website. Pastikan penyebab masalah diketahui terlebih dahulu, terutama jika Anda hendak memasukkan password atau informasi pembayaran.
Cara Mengecek Masa Berlaku dan Tanggal Kedaluwarsa Sertifikat SSL
Masa berlaku sertifikat SSL menunjukkan periode ketika sertifikat dapat digunakan untuk autentikasi koneksi sesuai ketentuannya. Informasi ini penting agar pemilik website dapat memperbarui sertifikat sebelum kedaluwarsa. Anda dapat memeriksa tanggal tersebut melalui detail sertifikat di browser atau menggunakan layanan pemeriksaan SSL online.
1. Periksa tanggal mulai dan berakhirnya sertifikat
Buka detail sertifikat melalui browser, kemudian cari bagian Validity, Valid From, atau Valid To.
Ada dua informasi utama yang perlu diperhatikan:
-
Not Before: Tanggal dan waktu ketika sertifikat mulai berlaku.
-
Not After: Tanggal dan waktu ketika sertifikat berakhir masa berlakunya.
Misalnya, sertifikat berlaku mulai 1 September 2026 hingga 30 November 2026. Jika pemeriksaan dilakukan pada 28 Oktober 2026, sertifikat tersebut belum kedaluwarsa berdasarkan tanggal yang tercantum.
Namun, sertifikat yang masih berlaku belum tentu valid untuk semua domain. Browser tetap memeriksa kecocokan nama domain dan rantai kepercayaan sertifikat.
2. Hitung sisa masa berlaku sertifikat
Setelah menemukan tanggal kedaluwarsa, bandingkan dengan tanggal pemeriksaan. Jika sertifikat akan kedaluwarsa dalam beberapa minggu, pemilik website sebaiknya segera memastikan proses pembaruan sudah disiapkan.
Jangan menunggu sampai hari terakhir karena proses penerbitan sertifikat baru dapat mengalami kendala validasi domain, DNS, atau konfigurasi server.
3. Pastikan pembaruan otomatis berjalan
Layanan hosting tertentu menyediakan pembaruan sertifikat otomatis. Fitur ini membantu mengurangi pekerjaan manual, tetapi proses pembaruan tetap perlu dipantau. Kegagalan pembaruan dapat terjadi akibat perubahan DNS, validasi domain yang tidak berhasil, atau konfigurasi server yang bermasalah.
Untuk memastikannya, lakukan langkah berikut:
-
Periksa tanggal kedaluwarsa sertifikat yang digunakan website.
-
Buka dashboard hosting atau penyedia SSL.
-
Periksa status penerbitan dan pembaruan sertifikat.
-
Jalankan SSL checker setelah pembaruan selesai.
Pastikan sertifikat baru benar-benar digunakan oleh server yang menerima koneksi pengunjung. Status aktif pada dashboard saja belum cukup untuk memastikan sertifikat yang disajikan sudah diperbarui.
Cara Memeriksa Sertifikat SSL Website Menggunakan Tools Online
Tools online membantu memeriksa sertifikat SSL tanpa harus membuka konfigurasi server secara langsung. Anda biasanya cukup memasukkan nama domain untuk memperoleh informasi masa berlaku dan kondisi sertifikat.
Metode ini cocok bagi administrator website yang ingin mengevaluasi konfigurasi HTTPS maupun pengguna yang membutuhkan informasi lebih lengkap daripada yang ditampilkan browser.
1. Menggunakan SSL Labs Server Test
SSL Labs Server Test merupakan layanan pemeriksaan SSL/TLS dari Qualys yang dapat digunakan untuk menganalisis konfigurasi server website.
Cara menggunakannya:
-
Buka https://www.ssllabs.com/ssltest/.
-
Masukkan nama domain website yang ingin diperiksa.
-
Jalankan pemeriksaan.
-
Tunggu hingga analisis selesai.
-
Periksa laporan sertifikat dan konfigurasi server.
Laporan dapat mencakup masa berlaku sertifikat, rantai sertifikat, protokol TLS, dan aspek konfigurasi keamanan server. Jika ditemukan masalah, baca rincian laporan untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki. Jangan hanya berpatokan pada nilai penilaian karena kondisi keamanan perlu dipahami berdasarkan temuan teknisnya.
2. Menggunakan SSL Shopper SSL Checker
Alternatif lainnya adalah SSL Shopper SSL Checker, yang membantu memeriksa informasi sertifikat dan kemungkinan masalah konfigurasi.
Langkah pemeriksaannya sebagai berikut:
-
Buka https://www.sslshopper.com/ssl-checker.html.
-
Masukkan nama domain website.
-
Jalankan pemeriksaan.
-
Periksa status sertifikat, tanggal kedaluwarsa, dan informasi rantai sertifikat.
Jika sertifikat dinyatakan bermasalah, cocokkan hasil pemeriksaan dengan konfigurasi SSL pada hosting atau server. Pastikan Anda memeriksa semua variasi domain yang digunakan, seperti domain utama dan versi www, jika keduanya dapat diakses secara terpisah.
3. Memilih tools sesuai kebutuhan
Setiap alat pemeriksaan memiliki fungsi yang berbeda. Pilih metode berdasarkan informasi yang ingin Anda ketahui.
| Kebutuhan | Metode | Informasi yang diperoleh |
|---|---|---|
| Memeriksa status HTTPS | Browser | Status keamanan koneksi |
| Mengetahui tanggal kedaluwarsa | Detail sertifikat atau SSL checker | Periode berlaku sertifikat |
| Memeriksa rantai sertifikat | SSL checker | Kelengkapan rantai sertifikat |
| Menganalisis konfigurasi server | SSL Labs Server Test | Protokol TLS dan konfigurasi SSL |
| Memeriksa kecocokan domain | Browser atau SSL checker | Kesesuaian nama domain |
Untuk pemeriksaan sertifikat publik, Anda umumnya hanya perlu memasukkan nama domain. Jangan mengunggah private key atau kunci privat ke layanan online. Informasi tersebut bersifat rahasia dan harus tetap berada dalam kendali pemilik website atau administrator yang berwenang.
4. Memahami hasil pemeriksaan SSL online
Beberapa istilah teknis yang sering muncul dalam laporan SSL antara lain:
-
Certificate Chain: Rangkaian sertifikat yang menghubungkan sertifikat website dengan otoritas sertifikat yang dipercaya.
-
Hostname Mismatch: Nama domain yang diakses tidak tercakup dalam sertifikat.
-
Expired Certificate: Sertifikat sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
-
Protocol Support: Versi protokol TLS yang didukung server.
-
Chain Issues: Masalah pada kelengkapan atau validasi rantai sertifikat.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan sertifikat valid dan konfigurasi HTTPS berjalan baik, koneksi kemungkinan telah dikonfigurasi dengan benar pada bagian yang diuji. Namun, hasil tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh website bebas dari kerentanan atau aktivitas penipuan.
Cara Mengatasi Sertifikat SSL Website yang Tidak Valid atau Kedaluwarsa
Sertifikat SSL yang tidak valid dapat disebabkan oleh tanggal kedaluwarsa, ketidaksesuaian domain, rantai sertifikat yang tidak lengkap, atau kesalahan konfigurasi server. Solusi yang tepat bergantung pada pesan kesalahan dan apakah Anda merupakan pengunjung atau administrator website.
1. Periksa tanggal dan waktu perangkat
Tanggal dan waktu yang keliru dapat membuat browser menganggap sertifikat belum berlaku atau sudah kedaluwarsa. Pada Windows, buka Settings > Time & language > Date & time. Aktifkan pengaturan waktu otomatis jika tersedia dan pastikan zona waktu sudah sesuai.
Setelah itu, buka kembali website untuk melihat apakah peringatan masih muncul. Langkah ini tidak menghapus data website. Jika masalah berlanjut, lanjutkan dengan memeriksa sertifikat dan koneksi internet.
2. Perbarui sertifikat yang kedaluwarsa
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan sertifikat sudah kedaluwarsa, pemilik website perlu memperbarui atau menerbitkan kembali sertifikat melalui penyedia SSL atau layanan hosting. Setelah sertifikat baru diterbitkan, pastikan sertifikat tersebut terpasang pada server yang melayani koneksi HTTPS.
Lakukan pemeriksaan ulang menggunakan browser atau SSL checker untuk memastikan tanggal kedaluwarsa sudah berubah dan peringatan tidak lagi muncul. Pengunjung tidak dapat memperbarui sertifikat website milik orang lain melalui pengaturan browser.
3. Perbaiki ketidaksesuaian nama domain
Kesalahan hostname mismatch terjadi ketika sertifikat tidak mencakup domain yang sedang diakses. Misalnya, sertifikat hanya berlaku untuk www.contoh.com, sedangkan pengunjung membuka contoh.com.
Administrator perlu memeriksa daftar nama domain dalam sertifikat, konfigurasi server, serta pengaturan pengalihan alamat atau redirect. Jika domain belum tercakup, terbitkan sertifikat yang sesuai dengan seluruh nama domain yang digunakan.
4. Periksa rantai sertifikat
Rantai sertifikat yang tidak lengkap dapat membuat browser gagal memverifikasi kepercayaan sertifikat. Administrator perlu memastikan server mengirimkan sertifikat perantara yang diperlukan sesuai petunjuk penyedia sertifikat.
Pada layanan hosting, pengaturan tersebut biasanya tersedia melalui panel SSL/TLS atau konfigurasi server web. Setelah perbaikan, jalankan kembali SSL checker untuk memastikan rantai sertifikat dapat diverifikasi dengan benar.
5. Periksa konfigurasi CDN dan hosting
Website yang menggunakan CDN, reverse proxy, atau beberapa server perlu memastikan semua jalur koneksi menggunakan sertifikat yang sesuai.
Sertifikat pada server utama mungkin sudah diperbarui, tetapi CDN masih menggunakan konfigurasi lama. Akibatnya, pengunjung tetap dapat menerima peringatan ketika mengakses website.
Periksa pengaturan SSL/TLS pada dashboard hosting atau CDN. Jika Anda tidak memiliki akses administrator, mintalah penyedia hosting memeriksa sertifikat yang disajikan kepada pengunjung.
6. Bersihkan cache browser jika diperlukan
Jika sertifikat sudah diperbaiki tetapi masalah hanya terjadi pada satu perangkat, cobalah membuka website melalui jendela penyamaran atau browser lain.
Anda juga dapat membersihkan cache browser jika diperlukan. Namun, cache bukan penyebab utama sebagian besar kesalahan sertifikat karena browser tetap melakukan pemeriksaan sertifikat saat membentuk koneksi HTTPS. Periksa juga tanggal perangkat dan pastikan browser telah diperbarui sebelum melakukan perubahan lebih lanjut.
7. Jangan melewati peringatan keamanan
Jika browser menampilkan pesan Your connection is not private, jangan langsung memilih opsi untuk melanjutkan ke website. Peringatan tersebut dapat menunjukkan masalah sertifikat, waktu perangkat, atau konfigurasi koneksi. Hindari memasukkan password, informasi pembayaran, dan data pribadi sampai masalah dipahami.
Checklist setelah memperbaiki SSL:
-
Sertifikat belum kedaluwarsa.
-
Nama domain sesuai dengan sertifikat.
-
Rantai sertifikat dapat diverifikasi.
-
Website dapat dibuka melalui HTTPS tanpa peringatan.
-
Konfigurasi server dan CDN sudah sesuai.
-
Pengalihan dari HTTP ke HTTPS berjalan dengan benar.
FAQ Seputar Cara Memeriksa Sertifikat SSL Website
1. Bagaimana cara memeriksa sertifikat SSL website dengan cepat?
Buka website melalui browser dan klik indikator keamanan di sebelah alamat situs. Untuk melihat tanggal kedaluwarsa atau informasi teknis, gunakan detail sertifikat atau layanan SSL checker online.
2. Apakah website dengan HTTPS pasti aman?
Tidak sepenuhnya. HTTPS membantu mengenkripsi koneksi dan memverifikasi identitas domain, tetapi tidak menjamin website bebas dari penipuan, malware, atau pencurian data. Periksa alamat domain dan reputasi situs sebelum memasukkan informasi pribadi.
3. Bagaimana cara mengetahui sertifikat SSL sudah kedaluwarsa?
Periksa bagian Validity atau Not After pada detail sertifikat. Anda juga dapat menggunakan SSL checker untuk melihat tanggal kedaluwarsa dan status sertifikat yang digunakan website.
4. Apakah sertifikat SSL gratis bisa dipercaya?
Bisa, selama sertifikat diterbitkan oleh otoritas yang dipercaya dan dikonfigurasi dengan benar. Sertifikat gratis maupun berbayar tetap perlu diperiksa masa berlakunya dan kecocokan domain.
5. Mengapa sertifikat SSL valid tetapi browser masih menampilkan peringatan?
Penyebabnya dapat berupa nama domain yang tidak cocok, rantai sertifikat yang tidak lengkap, waktu perangkat yang keliru, atau masalah konfigurasi server. Periksa kode kesalahan browser dan gunakan SSL checker untuk membantu menemukan penyebabnya.
6. Seberapa sering sertifikat SSL perlu diperiksa?
Periksa sertifikat secara berkala dan setelah perubahan hosting, DNS, CDN, atau konfigurasi HTTPS. Pemantauan otomatis sebelum masa berlaku berakhir juga dapat membantu mencegah gangguan akses website.
7. Apakah sertifikat SSL yang kedaluwarsa bisa diperbaiki tanpa menggantinya?
Sertifikat yang sudah kedaluwarsa perlu diperbarui atau diterbitkan kembali agar koneksi dapat diverifikasi secara normal. Membersihkan cache browser tidak dapat memperpanjang masa berlaku sertifikat.
8. Apakah SSL checker online aman digunakan?
Layanan pemeriksaan yang tepercaya umumnya dapat digunakan untuk memeriksa sertifikat publik melalui nama domain. Namun, jangan mengunggah private key atau informasi rahasia server ke layanan pemeriksaan online.
Kesimpulan
Cara memeriksa sertifikat SSL website dapat dilakukan melalui browser maupun tools online seperti SSL Labs Server Test dan SSL Shopper SSL Checker. Pemeriksaan ini membantu mengetahui status koneksi HTTPS, masa berlaku sertifikat, kecocokan domain, serta masalah konfigurasi.
Jika sertifikat tidak valid atau kedaluwarsa, cari penyebabnya sebelum melakukan perbaikan. Pengunjung sebaiknya tidak melewati peringatan keamanan, sedangkan pemilik website perlu memperbarui sertifikat dan memastikan konfigurasi server sudah benar.
Lakukan pemeriksaan secara berkala, terutama setelah perubahan hosting atau konfigurasi jaringan. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko gangguan akses dan membantu menjaga koneksi website tetap terlindungi.