Memilih konsep yang tepat sejak awal akan membuat penyusunan proposal skripsi jauh lebih terarah, terutama ketika mahasiswa mencari cara menentukan variabel penelitian kualitatif untuk skripsi 2026.
Dalam penelitian kualitatif, istilah variabel tidak selalu digunakan dengan cara yang sama seperti penelitian kuantitatif karena perhatian utama biasanya berada pada fenomena, pengalaman, proses, makna, atau kondisi sosial yang ingin dipahami secara mendalam.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mahasiswa langsung mencari variabel X dan Y ketika dosen sebenarnya meminta fokus penelitian. Akibatnya, rumusan masalah, tujuan penelitian, teknik wawancara, sampai analisis data menjadi kurang selaras karena konsep yang digunakan sejak awal tidak sesuai dengan karakter penelitian kualitatif.
Memahami Konsep Variabel dalam Penelitian Kualitatif

Secara sederhana, variabel adalah sesuatu yang menjadi perhatian peneliti dalam sebuah penelitian. Dalam pendekatan kuantitatif, variabel biasanya dapat diukur dan digunakan untuk melihat hubungan, pengaruh, perbedaan, atau hubungan sebab-akibat antarvariabel.
Penelitian kualitatif memiliki pendekatan yang berbeda karena peneliti lebih sering berusaha memahami suatu fenomena berdasarkan pengalaman dan perspektif subjek penelitian. Karena itu, istilah yang lebih sering digunakan adalah fokus penelitian, konsep, fenomena, aspek yang dikaji, atau kategori penelitian.
Apakah penelitian kualitatif memiliki variabel?
Jawabannya tidak selalu harus menggunakan variabel dalam pengertian statistik. Pada penelitian kualitatif, peneliti dapat menentukan konsep utama yang akan menjadi pusat penggalian data tanpa harus menetapkan variabel bebas dan variabel terikat seperti pada penelitian kuantitatif.
Misalnya, penelitian berjudul Pengalaman Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Menengah tidak harus memiliki format variabel X dan Y. Peneliti dapat memusatkan perhatian pada pengalaman guru, proses penerapan, hambatan, strategi, serta makna pembelajaran berbasis proyek bagi guru.
Fokus lebih penting daripada memaksakan variabel
Fokus penelitian membantu membatasi pembahasan agar peneliti tidak mengumpulkan data yang terlalu luas. Fokus tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan siapa yang diwawancarai, informasi apa yang dibutuhkan, dan bagaimana data akan dianalisis.
Jadi, apabila kampus atau dosen pembimbing menggunakan istilah variabel penelitian kualitatif, mahasiswa sebaiknya memahami maksud istilah tersebut terlebih dahulu. Bisa jadi yang diminta sebenarnya adalah konsep utama atau fokus penelitian yang menjadi pusat kajian.
Perbedaan Variabel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Perbedaan paling mudah terlihat dari tujuan penelitian dan cara data diperlakukan. Penelitian kuantitatif cenderung mengubah variabel menjadi data yang dapat diukur, sedangkan penelitian kualitatif berusaha memahami fenomena melalui data berbentuk kata, narasi, pengalaman, dokumen, maupun hasil pengamatan.
| Aspek | Penelitian Kualitatif | Penelitian Kuantitatif |
|---|---|---|
| Fokus | Fenomena, pengalaman, proses, makna | Hubungan atau pengaruh antarvariabel |
| Istilah yang umum | Fokus, konsep, fenomena | Variabel |
| Data | Wawancara, observasi, dokumen | Angka dan hasil pengukuran |
| Instrumen | Peneliti sebagai instrumen utama | Kuesioner, tes, skala, alat ukur |
| Analisis | Tematik, kategorisasi, interpretasi | Statistik |
| Hasil | Deskripsi dan pemaknaan mendalam | Angka, hubungan, pengaruh atau perbedaan |
Perbedaan tersebut bukan berarti penelitian kualitatif tidak boleh menyebut istilah variabel sama sekali. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai konsep variabel kuantitatif dipaksakan ke dalam desain penelitian yang sejak awal menggunakan pendekatan kualitatif.
Contohnya, istilah pengaruh penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar lebih mudah diarahkan menjadi penelitian kuantitatif karena terdapat dugaan hubungan antara dua variabel.
Jika ingin menggunakan pendekatan kualitatif, pertanyaannya dapat diubah menjadi Bagaimana pengalaman siswa menggunakan media sosial dalam mendukung proses belajar? sehingga fokusnya bergeser pada pengalaman dan proses.
Cara Menentukan Fokus Penelitian Sebelum Menetapkan Variabel
Sebelum menentukan konsep yang akan diteliti, mulai dari masalah yang benar-benar ingin dipahami. Jangan memulai dari daftar variabel yang ditemukan di skripsi orang lain karena konteks penelitian, karakter informan, dan tujuan penelitian bisa berbeda.
Tanyakan kepada diri sendiri tiga hal utama: fenomena apa yang terjadi, siapa yang mengalaminya, dan bagian mana dari fenomena tersebut yang ingin dipahami secara mendalam. Jawaban atas tiga pertanyaan ini biasanya sudah memberikan gambaran awal mengenai fokus penelitian.
Mulai dari fenomena
Fenomena merupakan kejadian atau kondisi yang menjadi perhatian peneliti. Fenomena tersebut dapat berasal dari pengalaman di lapangan, hasil observasi awal, permasalahan pendidikan, perubahan perilaku masyarakat, penggunaan teknologi, atau kondisi tertentu dalam sebuah organisasi.
Sebagai contoh, peneliti menemukan bahwa guru mengalami kesulitan ketika menerapkan sistem pembelajaran digital. Fenomena tersebut masih terlalu luas sehingga perlu dipersempit menjadi pengalaman guru, hambatan penggunaan, strategi adaptasi, atau persepsi terhadap sistem tersebut.
Tentukan batas kajian
Satu fenomena dapat memiliki banyak sisi sehingga penelitian perlu memiliki batas yang jelas. Pembatasan dapat dilakukan berdasarkan lokasi, subjek, periode penelitian, aktivitas, pengalaman, atau aspek tertentu yang dianggap paling relevan.
Misalnya, penelitian mengenai penggunaan aplikasi pembelajaran tidak harus membahas seluruh aspek teknologi. Peneliti dapat memilih fokus pada pengalaman guru ketika menggunakan aplikasi tersebut untuk memberikan tugas dan memantau hasil belajar siswa.
Uji fokus dengan rumusan masalah sementara
Setelah mendapatkan fokus awal, coba buat satu pertanyaan penelitian sederhana. Jika pertanyaan tersebut masih bisa dijawab dengan sangat banyak kemungkinan, berarti fokus penelitian kemungkinan masih terlalu luas.
Sebaliknya, jika pertanyaan sudah menunjukkan siapa yang diteliti, fenomena yang dikaji, dan konteksnya, fokus tersebut biasanya lebih mudah dikembangkan menjadi proposal. Tahap ini juga membantu mencegah mahasiswa mengumpulkan data yang tidak berkaitan dengan tujuan penelitian.
Cara Menentukan Variabel Penelitian Kualitatif untuk Skripsi 2026
Jika dosen atau pedoman kampus meminta variabel penelitian, gunakan konsep yang benar-benar menjadi pusat perhatian penelitian. Dalam pendekatan kualitatif, konsep tersebut sebaiknya tidak hanya berupa istilah abstrak, tetapi memiliki kaitan jelas dengan fenomena yang akan digali melalui data lapangan.
Langkah praktisnya dapat dimulai dari judul, kemudian diturunkan menjadi fenomena, fokus, aspek yang ingin diketahui, dan sumber data. Dengan urutan tersebut, mahasiswa tidak perlu memaksakan format variabel X dan Y jika desain penelitian memang tidak membutuhkannya.
1. Identifikasi konsep utama dari judul
Perhatikan kata benda atau fenomena utama dalam judul penelitian. Kata seperti pengalaman, persepsi, strategi, implementasi, perilaku, makna, komunikasi, adaptasi, atau pemanfaatan biasanya dapat menjadi petunjuk awal mengenai fokus penelitian.
Contohnya, judul Strategi Guru Mengatasi Kesulitan Pembelajaran Daring memiliki konsep utama berupa strategi guru dan kesulitan pembelajaran daring. Keduanya belum otomatis menjadi variabel X dan Y karena hubungan yang dicari bukan sekadar pengaruh statistik.
2. Tentukan fenomena yang benar-benar ingin digali
Setelah menemukan konsep utama, tentukan bagian mana yang akan dipahami melalui wawancara, observasi, atau dokumentasi. Pilihan tersebut harus sesuai dengan tujuan penelitian dan memiliki sumber data yang realistis.
Jika fokusnya adalah strategi guru, data dapat diarahkan pada cara guru menghadapi masalah, alasan memilih strategi tertentu, proses penerapannya, serta pengalaman setelah strategi tersebut digunakan. Dengan demikian, konsep penelitian menjadi lebih konkret.
3. Turunkan konsep menjadi aspek penelitian
Konsep yang terlalu luas perlu dipecah menjadi beberapa aspek agar proses pengumpulan data lebih terarah. Misalnya, konsep pengalaman mahasiswa menggunakan AI untuk belajar dapat mencakup pola penggunaan, manfaat yang dirasakan, kendala, pertimbangan penggunaan, dan perubahan cara belajar.
Aspek tersebut bukan berarti variabel baru yang harus diuji secara statistik. Fungsinya lebih sebagai peta agar peneliti mengetahui informasi apa yang perlu digali dari informan.
4. Pastikan konsep dapat ditemukan datanya
Sebuah konsep mungkin terlihat bagus secara teori, tetapi belum tentu mudah diteliti di lapangan. Sebelum memasukkannya ke proposal, pastikan peneliti memiliki akses terhadap informan, dokumen, lokasi, atau aktivitas yang berkaitan dengan konsep tersebut.
Jika konsep membutuhkan data yang sulit diperoleh, lebih baik mempersempit fokus. Penelitian kualitatif membutuhkan kedalaman data sehingga fokus yang realistis biasanya lebih bermanfaat daripada topik luas dengan data yang dangkal.
5. Cocokkan dengan pendekatan penelitian
Jenis penelitian kualitatif juga memengaruhi cara menentukan fokus. Studi kasus, fenomenologi, etnografi, grounded theory, dan pendekatan kualitatif deskriptif memiliki tujuan yang berbeda sehingga konsep yang dipilih perlu disesuaikan.
Sebagai contoh, fenomenologi lebih cocok ketika penelitian ingin memahami pengalaman hidup seseorang terhadap suatu fenomena. Sementara itu, studi kasus lebih menekankan pemahaman mendalam terhadap suatu kasus dalam konteks tertentu.
Catatan penting: Jika pedoman kampus secara khusus meminta variabel penelitian, ikuti istilah yang digunakan dalam pedoman tersebut, tetapi jelaskan secara metodologis bahwa penelitian kualitatif lebih menekankan fokus atau konsep yang dikaji apabila memang sesuai dengan desain penelitian.
Langkah Menghubungkan Variabel dengan Rumusan Masalah Penelitian
Setelah menentukan konsep atau fokus penelitian, tahap berikutnya adalah memastikan semuanya terhubung dengan rumusan masalah. Hubungan ini penting karena rumusan masalah akan menentukan jenis data yang dikumpulkan dan arah analisis penelitian.
Cara paling mudah adalah membuat alur judul → fenomena → fokus → rumusan masalah → data → analisis. Jika salah satu bagian tidak nyambung, jangan buru-buru melanjutkan penulisan proposal sebelum memperbaikinya.
Gunakan pertanyaan yang bersifat eksploratif
Rumusan masalah penelitian kualitatif biasanya menggunakan kata tanya seperti bagaimana, mengapa, apa makna, seperti apa pengalaman, atau bagaimana proses berlangsung. Bentuk pertanyaan tersebut membantu peneliti menggali fenomena secara mendalam.
Misalnya, daripada menanyakan Apakah penggunaan aplikasi meningkatkan motivasi belajar?, penelitian kualitatif dapat bertanya Bagaimana pengalaman siswa menggunakan aplikasi pembelajaran dalam mendukung aktivitas belajar?. Pertanyaan kedua membuka ruang bagi informan untuk menjelaskan pengalaman secara lebih luas.
Hindari hubungan sebab-akibat yang belum diperlukan
Kata pengaruh dan hubungan sering membuat penelitian bergerak ke arah pengujian kuantitatif. Jika tujuan sebenarnya adalah memahami proses atau pengalaman, gunakan rumusan masalah yang menggambarkan fenomena tersebut.
Rumusan masalah juga harus dapat dijawab melalui metode pengumpulan data yang direncanakan. Jangan membuat pertanyaan tentang angka atau hubungan statistik apabila data utama penelitian berasal dari wawancara mendalam.
Contoh Penentuan Variabel dalam Penelitian Kualitatif untuk Skripsi
Contoh konkret dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana konsep penelitian ditentukan tanpa terjebak pada pola variabel X dan Y. Berikut beberapa ilustrasi yang bisa dijadikan acuan untuk menyusun proposal, bukan untuk disalin mentah-mentah.
Contoh 1: Pendidikan
Judul penelitian: Pengalaman Guru Menggunakan Media Pembelajaran Digital dalam Proses Belajar Mengajar. Fokus utamanya adalah pengalaman guru, sedangkan aspek yang dapat digali meliputi pola penggunaan, manfaat, kendala, adaptasi, dan strategi penyelesaian masalah.
Rumusan masalahnya dapat diarahkan pada pertanyaan tentang bagaimana pengalaman guru menggunakan media digital dan kendala apa yang mereka hadapi. Data kemudian dapat diperoleh melalui wawancara, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi yang relevan.
Contoh 2: Teknologi
Judul penelitian: Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Pendukung Pembelajaran. Konsep utama yang dikaji adalah persepsi mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam aktivitas belajar.
Peneliti dapat menggali alasan penggunaan, manfaat yang dirasakan, kekhawatiran, batasan penggunaan, serta perubahan cara mahasiswa menyelesaikan tugas. Aspek tersebut membantu membentuk pedoman wawancara tanpa mengubah penelitian menjadi pengujian hubungan antarvariabel.
Contoh 3: Media sosial
Judul penelitian: Pengalaman Siswa Menggunakan Media Sosial sebagai Sumber Informasi Pendidikan. Fokus penelitian dapat diarahkan pada pengalaman siswa ketika menemukan, memilih, menilai, dan menggunakan informasi pendidikan dari media sosial.
Informasi tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan pola atau tema yang muncul dari pengalaman para informan. Peneliti tidak perlu menetapkan media sosial sebagai variabel X dan hasil belajar sebagai variabel Y jika tujuan penelitian memang bukan menguji pengaruh.
Checklist sebelum menentukan variabel atau fokus
Sebelum memasukkan konsep penelitian ke proposal, periksa beberapa hal berikut.
- Apakah konsep tersebut benar-benar berasal dari masalah penelitian?
- Apakah fokusnya cukup spesifik?
- Apakah tersedia informan yang relevan?
- Apakah data dapat dikumpulkan melalui wawancara, observasi, atau dokumen?
- Apakah konsep tersebut sesuai dengan pendekatan penelitian?
- Apakah rumusan masalah dapat menjelaskan konsep tersebut?
- Apakah tujuan penelitian sejalan dengan rumusan masalah?
- Apakah konsep yang digunakan tidak terlalu dipaksakan menjadi variabel X dan Y?
Jika sebagian besar jawaban sudah sesuai, fokus penelitian biasanya memiliki dasar yang cukup kuat untuk dikembangkan. Selanjutnya, mahasiswa dapat mendiskusikannya dengan dosen pembimbing sebelum menetapkan judul dan desain penelitian secara final.
Pertanyaan Umum Seputar Variabel Penelitian Kualitatif
Apakah penelitian kualitatif wajib memiliki variabel X dan Y?
Tidak selalu, karena penelitian kualitatif umumnya lebih menekankan fenomena, fokus, konsep, pengalaman, proses, atau makna. Format variabel X dan Y lebih identik dengan penelitian kuantitatif yang menguji hubungan, pengaruh, atau perbedaan secara terukur.
Apa istilah yang lebih tepat daripada variabel dalam penelitian kualitatif?
Istilah yang dapat digunakan bergantung pada desain dan pedoman kampus, tetapi fokus penelitian, konsep penelitian, fenomena yang dikaji, atau aspek penelitian sering lebih sesuai. Jika kampus tetap menggunakan istilah variabel, ikuti format akademik yang diwajibkan sambil menjaga konsistensi metodologinya.
Bagaimana cara menentukan fokus penelitian kualitatif?
Mulailah dari fenomena yang ingin dipahami, kemudian tentukan siapa yang mengalaminya dan aspek apa yang ingin digali. Setelah itu, batasi berdasarkan konteks, lokasi, subjek, aktivitas, atau periode agar penelitian tidak terlalu luas.
Apakah variabel penelitian kualitatif harus dibuat dalam tabel?
Tidak selalu, karena kebutuhan tabel bergantung pada pedoman penulisan skripsi dan arahan dosen pembimbing. Tabel dapat digunakan untuk memetakan konsep, fokus, indikator penggalian data, sumber informasi, atau aspek wawancara jika format tersebut membantu penelitian.
Apakah indikator diperlukan dalam penelitian kualitatif?
Indikator tidak selalu digunakan dengan pengertian yang sama seperti penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat menggunakan aspek atau kisi-kisi pertanyaan sebagai panduan untuk menggali data tanpa menjadikannya alat ukur statistik.
Bagaimana jika dosen meminta variabel penelitian kualitatif?
Jangan langsung mengubah penelitian menjadi kuantitatif hanya karena istilah tersebut digunakan. Periksa pedoman kampus dan tanyakan apakah yang dimaksud adalah variabel, fokus penelitian, konsep utama, atau aspek yang akan dikaji.
Apakah judul penelitian menentukan variabel penelitian kualitatif?
Judul dapat menjadi titik awal untuk menemukan konsep utama, tetapi bukan satu-satunya dasar penentuannya. Fenomena, tujuan penelitian, rumusan masalah, pendekatan metodologis, dan ketersediaan data juga harus dipertimbangkan.
Kesimpulan
Menentukan variabel dalam penelitian kualitatif tidak seharusnya dilakukan dengan sekadar menyalin pola variabel bebas dan variabel terikat dari penelitian kuantitatif. Hal yang lebih penting adalah menemukan fenomena, menentukan fokus yang spesifik, lalu memastikan konsep tersebut dapat digali melalui data lapangan.
Untuk menyusun skripsi 2026 dengan lebih terarah, gunakan alur fenomena → fokus atau konsep → rumusan masalah → sumber data → analisis. Jika pedoman kampus menggunakan istilah variabel, sesuaikan dengan ketentuan akademik sambil tetap mempertahankan karakter penelitian kualitatif.
Pada akhirnya, fokus yang jelas akan membantu menentukan informan, menyusun pertanyaan wawancara, memilih dokumen yang diperlukan, hingga melakukan analisis data. Dengan begitu, penelitian tidak hanya terlihat rapi di proposal, tetapi juga lebih mudah dilaksanakan ketika sudah masuk tahap pengumpulan data.