Pendidikan

Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word untuk Skripsi Tahun 2026

Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word untuk Skripsi Tahun 2026

Mengerjakan Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word untuk Skripsi 2026 sebenarnya tidak harus dilakukan dengan mengetik format nama penulis, tahun, dan halaman satu per satu. Microsoft Word memiliki fitur Citations & Bibliography yang dapat menyimpan sumber, memasukkan kutipan ke dalam tulisan, sekaligus membuat daftar pustaka berdasarkan sumber yang sudah digunakan.

Fitur tersebut sangat berguna ketika jumlah referensi skripsi sudah puluhan bahkan ratusan sumber. Namun, Word tetap membutuhkan data referensi yang benar dari pengguna karena aplikasi tidak otomatis mengetahui apakah judul jurnal, nama penulis, tahun terbit, DOI, atau URL yang dimasukkan sudah sesuai.

Mengenal Fitur Sitasi di Microsoft Word untuk Penulisan Skripsi

Sitasi adalah informasi singkat yang menunjukkan sumber dari suatu gagasan, data, pernyataan, atau kutipan yang digunakan dalam tulisan akademik. Dalam Microsoft Word, sitasi dapat ditempatkan langsung di dalam teks dan kemudian dihubungkan dengan data sumber yang tersimpan di Source Manager.

Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu Word menyimpan informasi bibliografi sebuah sumber terlebih dahulu. Setelah itu, sumber yang sama dapat digunakan kembali di bagian lain dokumen tanpa harus mengetik ulang seluruh informasi referensinya.

Apa manfaat menggunakan sitasi otomatis?

Keuntungan paling terasa adalah konsistensi penulisan referensi. Jika sebuah buku sudah dimasukkan ke Word, Anda cukup memilih sumber tersebut ketika ingin menggunakannya kembali pada paragraf berikutnya.

Word juga dapat menghasilkan bibliografi atau daftar pustaka dari sumber yang telah dimasukkan. Ketika sumber baru ditambahkan ke dokumen, daftar tersebut dapat diperbarui sehingga pekerjaan penyusunan referensi menjadi jauh lebih praktis.

Perlu dipahami bahwa sitasi bukan sama dengan footnote. Sitasi biasanya muncul sebagai bagian dari teks, sedangkan footnote berada di bagian bawah halaman, sehingga fitur Citations & Bibliography Word tidak secara otomatis mengubah data sumber menjadi catatan kaki.

Persiapan Data Referensi Sebelum Membuat Sitasi

Sebelum membuka menu Insert Citation, siapkan informasi sumber yang akan digunakan. Langkah ini penting karena kesalahan data seperti nama penulis atau tahun terbit dapat membuat sitasi dan daftar pustaka ikut salah.

Untuk buku, minimal catat nama penulis atau editor, judul buku, tahun terbit, penerbit, serta kota terbit jika memang diperlukan oleh gaya sitasi yang digunakan. Untuk jurnal, siapkan nama penulis, judul artikel, nama jurnal, tahun, volume, nomor edisi, halaman, dan DOI jika tersedia.

Sementara itu, referensi website sebaiknya dicatat bersama nama penulis atau organisasi, judul halaman, nama situs, tanggal publikasi jika tersedia, URL, serta tanggal akses apabila pedoman kampus memintanya.

Checklist sebelum memasukkan sumber

Gunakan checklist sederhana berikut agar tidak perlu bolak-balik membuka sumber:

  • Nama lengkap penulis sudah benar.
  • Judul sumber sesuai dokumen asli.
  • Tahun publikasi sudah diperiksa.
  • Nama jurnal atau penerbit tidak tertukar dengan judul.
  • Volume, nomor, dan halaman jurnal sudah tersedia jika diperlukan.
  • DOI atau URL sudah disalin dengan benar.
  • Jenis sumber sudah diketahui, misalnya Book, Journal Article, atau Document from Web site.

Catatan penting: jangan mengandalkan hasil pencarian Google untuk menyalin data bibliografi secara sembarangan. Periksa informasi dari halaman artikel, buku, jurnal, atau situs resmi karena metadata yang muncul di mesin pencari dapat tidak lengkap.

Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word untuk Skripsi 2026

Setelah data referensi siap, Anda dapat langsung memasukkan sitasi melalui tab References. Pada beberapa versi Word, nama menu dapat sedikit berbeda tergantung bahasa antarmuka, tetapi fungsi dasarnya tetap berada di bagian referensi dan bibliografi.

1. Buka dokumen skripsi

Buka file skripsi yang sedang dikerjakan menggunakan Microsoft Word desktop. Letakkan kursor tepat setelah kalimat atau pernyataan yang membutuhkan sumber.

Tujuannya adalah memberi tahu Word di mana sitasi akan ditempatkan. Sebaiknya sitasi dimasukkan segera setelah membuat pernyataan yang berasal dari referensi agar tidak lupa sumbernya.

2. Buka tab References

Pada bagian atas Word, pilih References atau Referensi jika menggunakan antarmuka bahasa Indonesia. Cari bagian Citations & Bibliography, kemudian pilih menu Style, microsoft menyediakan beberapa gaya sitasi bawaan, termasuk APA, Chicago, GOST, IEEE, ISO 690, dan MLA.

3. Pilih gaya sitasi

Pilih gaya yang diwajibkan oleh kampus, misalnya APA jika pedoman skripsi menggunakan APA. Jangan menentukan gaya hanya berdasarkan kebiasaan karena setiap program studi dapat mempunyai aturan berbeda.

Jika pedoman kampus memiliki format khusus, periksa terlebih dahulu apakah gaya tersebut tersedia secara bawaan di Word. Gaya bawaan tidak selalu identik dengan pedoman institusi yang telah dimodifikasi.

4. Pilih Insert Citation

Setelah gaya ditentukan, klik Insert Citation, kemudian pilih Add New Source. Word akan menampilkan jendela Create Source untuk memasukkan informasi referensi.

5. Pilih Type of Source

Pada bagian Type of Source, tentukan jenis referensi yang sedang dimasukkan. Contohnya adalah buku, artikel jurnal, bagian buku, website, laporan, atau jenis sumber lain yang tersedia.

Pemilihan tipe sumber jangan dilakukan secara asal karena Word menggunakan informasi tersebut untuk menentukan format bibliografi. Jenis sumber yang keliru dapat menghasilkan daftar pustaka dengan susunan yang tidak sesuai.

6. Isi informasi sumber

Masukkan nama penulis, judul, tahun, penerbit, dan informasi lain yang tersedia. Jika membutuhkan kolom tambahan, aktifkan Show All Bibliography Fields agar lebih banyak informasi bibliografi dapat dimasukkan.

Setelah selesai, klik OK. Word akan menambahkan sitasi pada posisi kursor sekaligus menyimpan sumber tersebut agar dapat digunakan kembali.

7. Gunakan sumber yang sama kembali

Jika sumber tersebut ingin digunakan pada paragraf lain, letakkan kursor di lokasi yang sesuai. Pilih References > Insert Citation, lalu klik sumber yang sebelumnya sudah disimpan.

Dengan cara tersebut, Anda tidak perlu mengetik nama penulis dan tahun secara manual setiap kali menggunakan referensi yang sama. Word mengambil data dari sumber yang sudah tersimpan di daftar sitasi.

Bagaimana jika ingin mencantumkan halaman?

Untuk kutipan yang membutuhkan nomor halaman, klik sitasi yang sudah dimasukkan lalu gunakan Citation Options dan pilih Edit Citation. Word menyediakan opsi untuk menambahkan detail tertentu, termasuk nomor halaman pada kutipan buku.

Cara Menambahkan Sumber Referensi Buku, Jurnal, dan Website

Ketiga jenis sumber tersebut memiliki informasi bibliografi yang berbeda. Karena itu, jangan memasukkan semua referensi sebagai Book hanya agar prosesnya lebih cepat.

Referensi buku

Pilih Type of Source: Book ketika sumber berasal dari buku. Masukkan penulis, judul buku, tahun, penerbit, dan informasi tambahan sesuai kebutuhan gaya sitasi.

Jika buku memiliki beberapa penulis, pastikan seluruh data penulis dimasukkan sesuai kemampuan kolom yang tersedia. Jangan mengganti nama penulis dengan nama penerbit karena keduanya mempunyai fungsi berbeda dalam bibliografi.

Referensi jurnal

Untuk jurnal ilmiah, pilih tipe sumber yang sesuai seperti Journal Article. Masukkan penulis artikel, judul artikel, nama jurnal, tahun, volume, nomor, serta halaman apabila kolom tersebut tersedia.

DOI juga sebaiknya disimpan jika pedoman akademik atau format sitasi yang digunakan membutuhkannya. DOI adalah identitas digital permanen yang membantu pembaca menemukan artikel jurnal tertentu.

Referensi website

Untuk halaman internet, pilih tipe sumber website yang tersedia di Word. Masukkan penulis atau organisasi, judul halaman, nama situs, tahun atau tanggal publikasi jika tersedia, serta URL sesuai kolom yang diberikan.

Jika pedoman kampus mengharuskan tanggal akses, perhatikan apakah gaya yang dipilih Word mendukung kebutuhan tersebut. Jangan menambahkan informasi secara manual ke sitasi apabila hal tersebut justru membuat format keseluruhan tidak konsisten.

Tabel ringkas data referensi

Sumber Data utama yang perlu disiapkan
Buku Penulis, judul, tahun, penerbit
Jurnal Penulis, judul artikel, jurnal, tahun, volume, nomor, halaman
Website Penulis/organisasi, judul halaman, situs, tanggal, URL
Laporan Organisasi/penulis, judul, tahun, penerbit
Bab buku Penulis bab, judul bab, editor, buku, tahun, penerbit

Tips praktis: simpan data referensi dalam satu folder atau catatan khusus sebelum mulai mengerjakan sitasi. Kebiasaan ini akan mengurangi kesalahan ketika skripsi sudah memiliki banyak sumber.

Cara Mengubah Gaya Sitasi Sesuai Ketentuan Kampus

Salah satu kelebihan fitur sitasi Word adalah gaya kutipan dapat diganti dari menu Style. Artinya, Anda tidak selalu harus mengedit satu per satu sitasi yang sudah dimasukkan.

Misalnya, Anda sebelumnya menggunakan APA tetapi ternyata pedoman penelitian meminta MLA. Buka References, cari bagian Citations & Bibliography, kemudian pilih gaya yang sesuai dari menu Style.

Setelah gaya diubah, format sitasi dan bibliografi yang dihasilkan Word akan menyesuaikan gaya tersebut. Namun, jangan langsung menganggap hasilnya pasti sama persis dengan pedoman kampus karena institusi dapat menerapkan aturan khusus di luar format standar.

Jika gaya kampus tidak tersedia

Ini merupakan kondisi yang cukup sering membingungkan mahasiswa. Word memiliki sejumlah gaya bawaan, tetapi format kampus tertentu bisa saja menggunakan aturan yang merupakan modifikasi dari APA, IEEE, Vancouver, atau gaya lainnya.

Microsoft menjelaskan bahwa gaya sitasi kustom dapat dibuat atau ditambahkan dengan pendekatan tertentu, termasuk menggunakan file style berbasis XML.

Untuk skripsi, pilihan yang lebih aman adalah mengikuti template atau pedoman resmi kampus terlebih dahulu. Jika formatnya berbeda dari gaya bawaan Word, gunakan Word sebagai alat bantu pengelolaan sumber, kemudian lakukan penyesuaian format akhir berdasarkan pedoman institusi.

Kesalahan yang sering terjadi

Kesalahan paling umum bukan terletak pada tombol sitasinya, melainkan pada pemilihan style. Mahasiswa terkadang memilih APA hanya karena format tersebut populer, padahal jurusan atau kampusnya menggunakan gaya berbeda.

Kesalahan lain adalah mengubah hasil bibliografi secara manual terlalu dini. Jika sumber masih ditambahkan atau gaya sitasi masih berubah, perubahan manual dapat tertimpa ketika bibliografi diperbarui kembali.

Cara Membuat Daftar Pustaka Otomatis dari Sitasi di Microsoft Word

Setelah seluruh sumber yang digunakan sudah dimasukkan sebagai sitasi, Anda dapat membuat daftar pustaka secara otomatis. Word mengambil sumber yang sudah digunakan dalam dokumen dan menyusunnya berdasarkan gaya bibliografi yang dipilih.

1. Posisikan kursor di bagian daftar pustaka

Biasanya daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir skripsi. Buat halaman baru terlebih dahulu apabila format dokumen kampus mengharuskannya.

2. Buka menu Bibliography

Pilih References > Bibliography. Word menyediakan beberapa format yang dapat dipilih, termasuk opsi untuk memasukkan bibliografi tanpa judul bawaan.

Setelah dipilih, Word akan membuat daftar berdasarkan sumber yang telah digunakan dalam dokumen. Anda tidak perlu mengetik ulang seluruh nama penulis dan informasi penerbit.

3. Perbarui setelah menambahkan sumber

Apabila Anda memasukkan referensi baru setelah daftar pustaka dibuat, klik bagian bibliografi tersebut. Kemudian pilih Update Citations and Bibliography agar sumber terbaru ikut diperbarui.

Langkah ini penting menjelang pengumpulan skripsi. Jangan hanya melihat halaman daftar pustaka tanpa melakukan pembaruan karena referensi yang baru dimasukkan bisa saja belum muncul.

Cara mengecek daftar pustaka sebelum dikumpulkan

Lakukan pemeriksaan akhir terhadap tiga hal utama, yaitu apakah semua sumber yang dikutip sudah tercantum, apakah sumber yang tidak pernah dikutip perlu dihapus, dan apakah formatnya sesuai pedoman kampus.

Periksa juga nama penulis, tahun, judul, DOI, URL, volume jurnal, nomor edisi, serta halaman. Fitur otomatis membantu mengatur format, tetapi akurasi data sumber tetap menjadi tanggung jawab penulis.

Pertanyaan Umum Seputar Pembuatan Sitasi untuk Skripsi

Apakah Microsoft Word bisa membuat sitasi secara otomatis?

Bisa. Word menyediakan fitur untuk menyimpan sumber, memasukkan sitasi, serta membuat bibliografi dari referensi yang digunakan dalam dokumen.

Apakah sitasi Word bisa digunakan untuk skripsi?

Bisa digunakan sebagai alat bantu pengelolaan referensi. Namun, hasil akhirnya tetap perlu diperiksa agar sesuai dengan pedoman penulisan skripsi dari kampus atau program studi.

Apakah gaya APA tersedia di Microsoft Word?

Ya. APA termasuk gaya sitasi yang tersedia di Word bersama beberapa gaya lain seperti Chicago, IEEE, ISO 690, GOST, dan MLA.

Bagaimana jika salah memasukkan nama penulis?

Buka References > Manage Sources, cari sumber yang bermasalah, kemudian pilih opsi untuk mengedit sumber. Setelah data diperbaiki, sitasi yang menggunakan sumber tersebut dapat mengikuti informasi yang telah diperbarui.

Apakah daftar pustaka otomatis langsung sempurna?

Belum tentu. Word membuat format berdasarkan style dan data yang dimasukkan, sehingga kesalahan metadata atau perbedaan aturan kampus tetap harus diperiksa secara manual.

Apakah satu sumber bisa digunakan berkali-kali?

Bisa. Setelah sumber disimpan, Anda dapat memilihnya kembali melalui Insert Citation tanpa memasukkan data sumber dari awal.

Apa perbedaan sitasi dan daftar pustaka?

Sitasi merupakan rujukan yang ditempatkan di dalam teks, sedangkan daftar pustaka merupakan kumpulan informasi sumber yang digunakan dan biasanya ditempatkan di bagian akhir dokumen. Word dapat menghubungkan keduanya melalui data sumber yang tersimpan.

Mengapa daftar pustaka tidak berubah setelah saya menambahkan sitasi?

Kemungkinan bibliografi belum diperbarui. Klik area daftar pustaka dan gunakan opsi Update Citations and Bibliography untuk memperbarui daftar berdasarkan sumber terbaru.

Kesimpulan

Membuat sitasi skripsi menggunakan Microsoft Word jauh lebih praktis jika data referensi sudah disiapkan dengan benar sejak awal. Alurnya adalah memilih gaya sitasi, menambahkan sumber melalui Insert Citation, memasukkan data bibliografi, menggunakan sumber tersebut di dalam teks, lalu menghasilkan daftar pustaka melalui menu Bibliography.

Hal yang paling penting bukan sekadar membuat sitasi terlihat otomatis, tetapi memastikan metadata setiap sumber benar dan format akhirnya sesuai pedoman kampus. Word dapat membantu mengurangi pekerjaan manual, tetapi pemeriksaan akhir tetap diperlukan sebelum skripsi dicetak, dikonversi ke PDF, atau dikumpulkan.