Pendidikan

Contoh Kesimpulan Skripsi untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Contoh Kesimpulan Skripsi untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Menyusun Contoh Kesimpulan Skripsi untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif tidak cukup dengan mengulang hasil penelitian dari bab sebelumnya, karena bagian ini harus menunjukkan jawaban akhir atas masalah yang telah diteliti. Kesimpulan yang baik mampu menghubungkan rumusan masalah, tujuan penelitian, temuan utama, serta interpretasi hasil secara ringkas dan logis.

Banyak mahasiswa justru mengalami kesulitan ketika sampai pada bab terakhir karena bingung menentukan informasi mana yang harus dimasukkan dan mana yang sebaiknya ditinggalkan. Padahal, selama hasil penelitian sudah jelas, membuat kesimpulan dapat dilakukan dengan mengikuti alur sederhana tanpa menambahkan data atau argumen baru.

Memahami Fungsi Kesimpulan dalam Penulisan Skripsi

Kesimpulan merupakan bagian yang merangkum jawaban penelitian berdasarkan temuan yang telah diperoleh, sehingga pembaca dapat mengetahui hasil akhir penelitian tanpa membaca kembali seluruh pembahasan. Bagian ini biasanya ditempatkan pada bab penutup bersama dengan saran, tetapi isi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Kesimpulan menjawab apa yang ditemukan dalam penelitian, sedangkan saran menjelaskan apa yang dapat dilakukan berdasarkan temuan tersebut. Karena itu, kesimpulan tidak seharusnya dipenuhi rekomendasi, opini pribadi, atau pembahasan yang belum pernah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Kesimpulan harus menjawab rumusan masalah

Cara paling aman menyusun kesimpulan adalah menjadikan rumusan masalah sebagai panduan utama. Jika terdapat tiga rumusan masalah, setidaknya harus terlihat tiga jawaban yang berkaitan langsung dengan pertanyaan tersebut.

Misalnya, penelitian menanyakan pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa, tingkat pengaruhnya, serta faktor yang mendukung keberhasilan penggunaan media tersebut. Kesimpulan harus memberikan jawaban terhadap ketiga aspek tersebut berdasarkan hasil analisis, bukan sekadar menyatakan bahwa penelitian telah selesai dilakukan.

Kesimpulan bukan rangkuman seluruh bab

Kesalahan yang sering terjadi adalah menyalin bagian pembahasan kemudian memendekkannya menjadi beberapa paragraf. Cara tersebut membuat kesimpulan terasa repetitif dan tidak menunjukkan inti temuan penelitian.

Kesimpulan sebaiknya mengambil inti dari hasil penelitian, kemudian menyampaikannya dalam bentuk pernyataan yang tegas dan mudah dipahami. Hindari memasukkan teori, kutipan ahli, tabel hasil penelitian, atau pembahasan tambahan yang tidak diperlukan.

Struktur Kesimpulan Skripsi yang Baik dan Benar

Tidak ada satu format yang berlaku mutlak untuk seluruh perguruan tinggi karena pedoman penulisan skripsi dapat berbeda antarprogram studi. Namun, secara umum kesimpulan dapat disusun berdasarkan tujuan penelitian dan rumusan masalah agar setiap bagian memiliki hubungan yang jelas.

Struktur yang sederhana biasanya dimulai dengan pernyataan hasil utama, dilanjutkan jawaban terhadap setiap rumusan masalah, kemudian ditutup dengan gambaran umum mengenai makna temuan penelitian. Susunan tersebut membuat kesimpulan lebih terarah tanpa harus mengulang seluruh isi skripsi.

1. Nyatakan temuan utama

Awali kesimpulan dengan menyampaikan hasil paling penting yang diperoleh dari penelitian. Gunakan kalimat langsung dan hindari pembukaan yang terlalu panjang karena pembaca sudah mengetahui latar belakang penelitian.

Contohnya, penelitian mengenai penggunaan media pembelajaran dapat diawali dengan pernyataan bahwa penggunaan media tersebut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar berdasarkan hasil pengujian statistik yang telah dilakukan.

2. Sesuaikan dengan rumusan masalah

Setiap poin kesimpulan sebaiknya memiliki hubungan dengan pertanyaan penelitian. Jika rumusan masalah dibuat dalam bentuk pertanyaan, ubah pertanyaan tersebut menjadi pernyataan jawaban yang didukung hasil penelitian.

Berikut pola sederhananya:

Rumusan Masalah Bentuk Kesimpulan
Apakah X berpengaruh terhadap Y? X terbukti berpengaruh terhadap Y berdasarkan hasil analisis.
Seberapa besar pengaruh X? X memberikan pengaruh sebesar ... berdasarkan hasil pengujian.
Bagaimana proses X? Proses X menunjukkan bahwa ... berdasarkan hasil penelitian.
Faktor apa yang memengaruhi X? Faktor utama yang ditemukan adalah ...

3. Gunakan data secara selektif

Penelitian kuantitatif dapat memasukkan angka penting seperti nilai signifikansi, koefisien, persentase, atau nilai rata-rata jika angka tersebut memang membantu memperjelas kesimpulan. Tidak semua angka dari hasil pengolahan data perlu dimasukkan kembali.

Pada penelitian kualitatif, peneliti dapat menyebutkan tema atau temuan utama yang muncul dari wawancara, observasi, maupun dokumentasi. Fokusnya bukan pada banyaknya data, melainkan makna temuan yang berhasil diperoleh.

4. Jangan memasukkan temuan baru

Kesimpulan harus berasal dari hasil penelitian yang sudah dibahas sebelumnya. Jika sebuah informasi baru tiba-tiba muncul pada bagian kesimpulan, pembaca dapat mempertanyakan dari mana informasi tersebut diperoleh.

Sebelum menulis setiap kalimat, pastikan pernyataan tersebut memiliki dasar dari hasil analisis atau pembahasan. Jika tidak memiliki dasar yang jelas, sebaiknya jangan dimasukkan.

Contoh Kesimpulan Skripsi untuk Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif menghasilkan data dalam bentuk angka yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistik tertentu. Oleh sebab itu, kesimpulan penelitian kuantitatif umumnya lebih menekankan hubungan antarvariabel, pengaruh, perbedaan, tingkat hubungan, atau hasil pengujian hipotesis.

Contoh kesimpulan kuantitatif tentang hasil belajar

Berikut contoh yang dapat digunakan sebagai referensi dengan catatan bahwa angka dan variabel harus disesuaikan dengan penelitian sebenarnya.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar siswa kelas XI, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi berada di bawah batas yang ditetapkan, sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh dapat diterima.

Besarnya pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa pemanfaatan media yang interaktif dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Meskipun demikian, hasil belajar tidak hanya dipengaruhi oleh media pembelajaran, tetapi juga dapat berkaitan dengan faktor lain seperti motivasi belajar, lingkungan belajar, dan kemampuan awal siswa.

Contoh tersebut menunjukkan pola penting dalam penelitian kuantitatif, yaitu menyebutkan variabel, hasil pengujian, arah pengaruh, dan interpretasi secara singkat. Jangan mengganti angka contoh dengan angka penelitian sendiri sebelum memastikan metode analisis dan hasil pengujiannya sesuai.

Contoh kesimpulan kuantitatif tentang kepuasan pengguna

Misalnya penelitian membahas pengaruh kualitas layanan aplikasi terhadap kepuasan pengguna, kesimpulannya dapat diarahkan pada hasil hubungan antarvariabel. Bentuk penulisannya dapat dibuat seperti berikut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan aplikasi memiliki hubungan positif dengan kepuasan pengguna. Semakin baik kualitas layanan yang dirasakan pengguna, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang ditunjukkan berdasarkan hasil analisis data.

Dimensi layanan yang berkaitan dengan kemudahan penggunaan, kecepatan respons, dan keandalan sistem menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan digital dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepuasan pengguna.

Pola yang dapat digunakan

Untuk penelitian kuantitatif, pola berikut cukup membantu ketika mulai menyusun bagian kesimpulan: Variabel → hasil pengujian → keputusan hipotesis → makna hasil.

Namun, pola tersebut tidak harus digunakan secara kaku karena format penulisan dapat menyesuaikan karakter penelitian dan pedoman kampus. Yang paling penting adalah kesimpulan tetap berdasarkan data dan tidak melebihi apa yang dapat dibuktikan oleh penelitian.

Contoh Kesimpulan Skripsi untuk Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif memiliki karakter berbeda karena lebih banyak mengeksplorasi pengalaman, proses, persepsi, perilaku, atau fenomena tertentu. Oleh karena itu, kesimpulannya tidak perlu dipaksakan dalam bentuk angka atau pengujian hipotesis.

Kesimpulan penelitian kualitatif sebaiknya menunjukkan makna dari temuan penelitian. Peneliti dapat menjelaskan pola, tema, proses, faktor, pengalaman informan, atau fenomena yang ditemukan selama penelitian berlangsung.

Contoh kesimpulan kualitatif tentang pengalaman pengguna

Misalnya penelitian membahas pengalaman siswa dalam menggunakan pembelajaran berbasis platform digital. Contoh kesimpulannya dapat ditulis seperti berikut.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengalaman siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis platform digital, dapat disimpulkan bahwa penggunaan platform digital memberikan kemudahan dalam mengakses materi dan mengumpulkan tugas.

Namun, pengalaman siswa tidak sepenuhnya sama karena dipengaruhi oleh kemampuan menggunakan teknologi, kualitas koneksi internet, serta kebiasaan belajar masing-masing.

Penelitian juga menemukan bahwa siswa cenderung lebih mudah mengikuti pembelajaran ketika materi disampaikan secara terstruktur dan komunikasi dengan guru berlangsung secara aktif. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran berbasis platform digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh pola komunikasi dan kesiapan pengguna.

Contoh kesimpulan kualitatif tentang pelayanan

Untuk penelitian yang membahas pengalaman masyarakat terhadap kualitas pelayanan, kesimpulan dapat berfokus pada pola pengalaman yang muncul dari informan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masyarakat terhadap pelayanan dipengaruhi oleh kejelasan informasi, sikap petugas, waktu pelayanan, dan kemudahan prosedur. Informan cenderung memberikan penilaian positif ketika proses pelayanan berlangsung jelas dan petugas memberikan informasi yang mudah dipahami.

Sebaliknya, ketidakjelasan prosedur dan kurangnya informasi menjadi faktor yang membuat masyarakat mengalami kesulitan selama proses pelayanan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga pengalaman masyarakat selama mengikuti setiap tahapan pelayanan.

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa kesimpulan kualitatif tidak perlu menggunakan istilah statistik apabila penelitian memang tidak menggunakannya. Penekanannya berada pada temuan dan makna yang diperoleh dari data lapangan.

Perbedaan Cara Menulis Kesimpulan Skripsi Kuantitatif dan Kualitatif

Perbedaan metode penelitian membuat cara menyusun kesimpulannya juga tidak sepenuhnya sama. Penelitian kuantitatif biasanya berangkat dari variabel dan pengujian statistik, sedangkan penelitian kualitatif lebih menekankan pemahaman mendalam terhadap fenomena yang diteliti.

Aspek Kuantitatif Kualitatif
Fokus Hubungan, pengaruh, perbedaan Makna, proses, pengalaman
Data utama Angka dan hasil statistik Narasi, wawancara, observasi
Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian Berdasarkan tema dan temuan
Hipotesis Umumnya ada Tidak selalu digunakan
Gaya penyampaian Lebih terukur Lebih deskriptif dan interpretatif
Data pendukung Signifikansi, koefisien, persentase Tema, kategori, pola, pernyataan informan

Kapan menggunakan angka?

Angka digunakan dalam kesimpulan kuantitatif apabila memiliki fungsi untuk mempertegas hasil penelitian. Misalnya, nilai signifikansi atau persentase tertentu dapat dicantumkan ketika menjadi dasar penting dalam menjawab rumusan masalah.

Pada penelitian kualitatif, angka bukan menjadi pusat kesimpulan kecuali memang relevan dengan desain penelitian. Jika penelitian menggunakan jumlah informan, misalnya, informasi tersebut dapat disebutkan seperlunya tanpa mengubah karakter kualitatif penelitian.

Tips Menyusun Kesimpulan yang Sesuai dengan Hasil Penelitian

Menulis kesimpulan akan lebih mudah jika dilakukan setelah seluruh hasil penelitian dan pembahasan selesai diperiksa. Jangan langsung menulis berdasarkan ingatan karena detail penting dari analisis dapat terlewat atau justru muncul informasi yang tidak didukung data.

Buat tabel pencocokan sebelum menulis

Salah satu cara praktis adalah membuat tabel kecil yang menghubungkan rumusan masalah dengan hasil penelitian. Cara ini membantu memastikan tidak ada pertanyaan penelitian yang terlewat.

Contohnya:

Rumusan Masalah Hasil Penelitian Kesimpulan
Pertanyaan 1 Temuan utama 1 Jawaban 1
Pertanyaan 2 Temuan utama 2 Jawaban 2
Pertanyaan 3 Temuan utama 3 Jawaban 3

Setelah tabel selesai, ubah kolom terakhir menjadi paragraf yang mengalir. Teknik ini lebih aman daripada langsung membuat kesimpulan panjang dari awal.

Gunakan kalimat yang tegas

Hindari kalimat seperti “penelitian ini mungkin menunjukkan” apabila hasil penelitian memang sudah memberikan bukti yang jelas. Gunakan pernyataan yang sesuai dengan tingkat kepastian hasil, misalnya “hasil penelitian menunjukkan”, “berdasarkan temuan penelitian”, atau “hasil analisis menunjukkan”.

Meski demikian, jangan menggunakan kata membuktikan secara mutlak jika desain penelitian hanya menunjukkan hubungan atau pengaruh dalam batas tertentu. Pilihan kata harus mengikuti kemampuan metode penelitian dalam menjelaskan fenomena.

Hindari kesimpulan terlalu luas

Hasil penelitian terhadap satu sekolah, kelompok responden, atau lokasi tertentu tidak otomatis berlaku untuk seluruh populasi jika desain penelitian tidak mendukung generalisasi tersebut. Kesimpulan harus tetap berada dalam batas objek, subjek, lokasi, dan periode penelitian.

Misalnya, penelitian terhadap satu kelas sebaiknya tidak langsung menyatakan bahwa seluruh siswa di Indonesia memiliki kondisi yang sama. Pembatasan seperti ini justru menunjukkan bahwa peneliti memahami keterbatasan penelitiannya.

Periksa kembali sebelum dikumpulkan

Gunakan checklist berikut sebelum memasukkan kesimpulan ke naskah final:

  • Semua rumusan masalah sudah terjawab.
  • Kesimpulan berasal dari hasil penelitian.
  • Tidak ada data baru yang muncul.
  • Tidak mengulang pembahasan secara panjang.
  • Angka yang dicantumkan sudah sesuai hasil analisis.
  • Istilah dan nama variabel konsisten.
  • Tidak ada opini pribadi yang tidak memiliki dasar.
  • Kesimpulan tidak melebihi batas penelitian.
  • Format sudah mengikuti pedoman kampus.

Kesalahan yang sering dilakukan: mahasiswa memasukkan saran ke dalam kesimpulan karena menganggap keduanya merupakan bagian yang sama. Pisahkan jawaban penelitian dari rekomendasi agar struktur bab penutup tetap jelas.

Sesuaikan dengan pedoman kampus

Contoh kesimpulan dari internet hanya boleh dijadikan referensi cara menyusun kalimat dan alur berpikir. Format akhir tetap harus mengikuti pedoman fakultas atau program studi karena beberapa kampus memiliki aturan khusus mengenai jumlah poin, bentuk paragraf, maupun hubungan antara kesimpulan dan rumusan masalah.

Jika dosen pembimbing meminta kesimpulan dibuat dalam bentuk poin, gunakan format tersebut meskipun contoh dari sumber lain menggunakan paragraf. Konsistensi dengan pedoman akademik lebih penting daripada mengikuti template yang ditemukan di internet.

Pertanyaan Umum Seputar Contoh Kesimpulan Skripsi

Apakah kesimpulan skripsi harus menjawab semua rumusan masalah?

Ya, kesimpulan idealnya memberikan jawaban terhadap seluruh rumusan masalah yang telah ditetapkan, selama pertanyaan tersebut memang menjadi bagian dari penelitian. Jika ada rumusan masalah yang tidak terjawab, peneliti perlu memeriksa kembali hubungan antara metode, hasil analisis, dan pembahasannya.

Berapa halaman kesimpulan skripsi yang ideal?

Tidak ada jumlah halaman yang berlaku untuk semua skripsi karena setiap kampus dapat memiliki pedoman berbeda. Prinsipnya, kesimpulan harus cukup untuk menjawab rumusan masalah secara jelas tanpa mengulang pembahasan secara berlebihan.

Apakah hasil uji statistik harus dimasukkan ke kesimpulan?

Hasil statistik dapat dicantumkan apabila angka tersebut penting untuk memperkuat jawaban penelitian. Namun, seluruh tabel dan perhitungan tidak perlu disalin kembali karena detail analisis seharusnya sudah tersedia pada bab hasil penelitian.

Apakah kesimpulan penelitian kualitatif harus menggunakan angka?

Tidak harus, karena penelitian kualitatif umumnya berfokus pada makna, pengalaman, proses, dan tema yang ditemukan dari data. Angka hanya digunakan jika memang relevan dengan konteks penelitian dan membantu menjelaskan temuan.

Bolehkah mengambil contoh kesimpulan skripsi dari internet?

Boleh untuk mempelajari struktur dan cara penyampaian, tetapi isi kesimpulan harus dibuat berdasarkan penelitian sendiri. Menyalin kesimpulan penelitian orang lain tidak tepat karena objek, metode, data, dan hasil penelitian belum tentu sama.

Apakah kesimpulan dan saran boleh digabung?

Penggabungan hanya boleh dilakukan jika pedoman kampus memang mengaturnya demikian. Jika format skripsi memisahkan kesimpulan dan saran, keduanya sebaiknya dibuat sebagai bagian berbeda agar fungsi masing-masing tetap jelas.

Apa yang harus dilakukan jika hasil penelitian tidak sesuai hipotesis?

Jangan mengubah data agar terlihat sesuai dengan hipotesis karena kesimpulan harus mengikuti hasil penelitian yang sebenarnya. Jelaskan hasil tersebut secara objektif dan hubungkan dengan pembahasan serta batasan penelitian.

Kesimpulan

Kesimpulan skripsi yang baik bukan sekadar ringkasan isi penelitian, melainkan jawaban akhir terhadap rumusan masalah berdasarkan data yang telah dianalisis. Penelitian kuantitatif lebih banyak menekankan hasil pengujian dan hubungan antarvariabel, sedangkan penelitian kualitatif berfokus pada makna, pola, proses, dan temuan dari fenomena yang diteliti.

Cara paling praktis adalah mencocokkan setiap rumusan masalah dengan hasil penelitian sebelum mulai menulis. Setelah itu, susun jawaban secara ringkas, gunakan istilah yang konsisten, hindari temuan baru, dan pastikan kesimpulan tetap berada dalam batas penelitian serta mengikuti pedoman akademik kampus.