Pendidikan

Cara Menulis Abstrak Skripsi untuk Pemula, Begini Struktur dan Cara Membuatnya

Cara Menulis Abstrak Skripsi untuk Pemula, Begini Struktur dan Cara Membuatnya

Menyusun abstrak sering terasa sulit karena bagian ini harus merangkum penelitian dalam ruang yang sangat terbatas, tetapi Cara Menulis Abstrak Skripsi untuk Pemula, Begini Struktur dan Cara Membuatnya sebenarnya dapat dilakukan dengan pola yang cukup sederhana.

Kuncinya bukan menyalin seluruh isi skripsi, melainkan memilih informasi paling penting seperti masalah penelitian, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.

Abstrak biasanya menjadi bagian pertama yang dibaca untuk mengetahui gambaran penelitian secara cepat, sehingga isinya harus informatif tanpa membuat pembaca mencari penjelasan tambahan. Bagi mahasiswa yang baru pertama kali membuat skripsi, memahami urutan informasi akan jauh lebih membantu daripada langsung mencoba menulis berdasarkan contoh milik orang lain.

Apa Itu Abstrak Skripsi dan Mengapa Bagian Ini Penting?

Abstrak skripsi adalah ringkasan singkat yang menggambarkan keseluruhan penelitian, mulai dari masalah yang dibahas hingga hasil yang diperoleh. Meskipun letaknya berada di bagian awal dokumen, abstrak umumnya baru ditulis setelah isi penelitian selesai agar informasi yang dimasukkan benar-benar sesuai dengan hasil penelitian.

Abstrak berfungsi seperti gambaran singkat dari sebuah penelitian yang memungkinkan pembaca memahami topik tanpa membaca seluruh halaman skripsi. Karena itu, setiap kalimat harus memiliki tujuan dan tidak sebaiknya diisi dengan penjelasan yang sebenarnya sudah tidak diperlukan.

Dalam penulisan akademik, abstrak juga membantu dosen, peneliti, atau pembaca lain menentukan apakah penelitian tersebut relevan dengan kebutuhan mereka. Kata kunci yang ditempatkan setelah abstrak biasanya turut membantu pengelompokan dan pencarian dokumen penelitian berdasarkan topik tertentu.

Berapa Panjang Abstrak Skripsi?

Tidak ada satu jumlah kata yang berlaku untuk semua perguruan tinggi karena aturan dapat berbeda berdasarkan fakultas, program studi, atau pedoman penulisan skripsi. Sebagian kampus menetapkan batas sekitar 150–250 kata, sedangkan kampus lain dapat menggunakan ketentuan yang berbeda.

Karena itu, pedoman skripsi dari kampus tetap menjadi acuan utama sebelum menentukan panjang abstrak. Jika terdapat batas jumlah kata, jangan sengaja membuat abstrak terlalu panjang hanya untuk memasukkan semua informasi dari setiap bab.

Struktur Abstrak Skripsi yang Baik dan Benar

Struktur abstrak yang mudah digunakan pemula pada dasarnya mengikuti alur penelitian dari masalah menuju hasil. Urutan tersebut membantu pembaca memahami alasan penelitian dilakukan, bagaimana penelitian dikerjakan, apa yang ditemukan, dan apa makna dari temuan tersebut.

Bagian Isi yang Ditulis Pertanyaan Panduan
Latar belakang Masalah utama penelitian Mengapa penelitian dilakukan?
Tujuan Sasaran penelitian Apa yang ingin diketahui?
Metode Cara penelitian dilakukan Bagaimana penelitian dikerjakan?
Hasil Temuan utama Apa yang ditemukan?
Kesimpulan Makna hasil penelitian Apa jawaban dari penelitian?
Kata kunci Istilah utama penelitian Penelitian ini membahas apa?

Struktur tersebut tidak berarti abstrak harus dibuat dalam bentuk subjudul terpisah seperti tabel di atas. Dalam praktiknya, informasi tersebut biasanya dirangkai menjadi satu atau beberapa paragraf sesuai pedoman penulisan kampus.

Urutan Informasi yang Paling Aman

Untuk pemula, gunakan alur masalah → tujuan → metode → hasil → kesimpulan agar tidak kehilangan unsur penting. Setelah semua unsur masuk, baca kembali abstrak dari awal dan pastikan setiap bagian terasa mengalir, bukan seperti kumpulan kalimat yang berdiri sendiri.

Bagian latar belakang cukup menjelaskan konteks masalah secara singkat tanpa memasukkan sejarah panjang atau teori dari beberapa halaman skripsi. Fokuskan perhatian pada persoalan yang membuat penelitian tersebut perlu dilakukan.

Cara Menulis Abstrak Skripsi untuk Pemula Langkah demi Langkah

Cara paling mudah membuat abstrak bukan dengan langsung menulis dari halaman kosong, tetapi mengambil informasi penting dari skripsi yang sudah selesai. Metode ini mengurangi risiko lupa memasukkan hasil penelitian atau justru memasukkan teori yang tidak diperlukan.

1. Tentukan Masalah Utama Penelitian

Mulailah dengan mencari satu persoalan utama yang menjadi alasan penelitian dilakukan. Anda dapat mengambil inti dari latar belakang, rumusan masalah, atau bagian yang menjelaskan kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dan kondisi sebenarnya.

Hindari memasukkan terlalu banyak masalah karena abstrak memiliki ruang terbatas. Pilih persoalan yang paling berhubungan langsung dengan tujuan dan hasil penelitian.

2. Tulis Tujuan Penelitian

Setelah masalah ditemukan, jelaskan tujuan penelitian secara langsung dan ringkas. Tujuan biasanya dapat ditemukan pada bagian tujuan penelitian di Bab I sehingga Anda tidak perlu membuat pernyataan baru yang berbeda dari dokumen utama.

Gunakan kata kerja yang jelas seperti menganalisis, mengetahui, mengidentifikasi, menguji, mengevaluasi, atau mengembangkan, sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan. Pastikan tujuan yang ditulis benar-benar dijawab oleh hasil penelitian.

3. Ringkas Metode Penelitian

Metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan sehingga pembaca mengetahui dasar dari hasil yang disajikan. Informasi yang dapat dimasukkan antara lain jenis penelitian, subjek atau objek penelitian, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis yang paling relevan.

Tidak perlu memasukkan seluruh prosedur penelitian seperti yang dijelaskan dalam bab metode. Pilih informasi yang membantu pembaca memahami cara memperoleh hasil penelitian tanpa memenuhi abstrak dengan detail teknis.

4. Masukkan Hasil Penelitian

Hasil merupakan salah satu bagian terpenting dalam abstrak karena pembaca ingin mengetahui temuan dari penelitian tersebut. Jangan hanya menulis bahwa penelitian menunjukkan hasil yang positif atau sesuai harapan jika tersedia temuan yang lebih spesifik.

Jika penelitian menghasilkan angka, persentase, nilai pengujian, atau temuan tertentu yang penting, masukkan data tersebut secara selektif. Namun, jangan memasukkan semua tabel dan angka dari Bab IV karena abstrak bukan tempat untuk memindahkan isi hasil penelitian.

5. Buat Kesimpulan Singkat

Kesimpulan dalam abstrak harus menunjukkan jawaban utama berdasarkan hasil penelitian. Bagian ini tidak perlu mengulang seluruh pembahasan, cukup jelaskan makna utama dari temuan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Pastikan kesimpulan tidak memperkenalkan hasil baru yang belum dijelaskan pada bagian hasil. Jika kesimpulan berbeda jauh dari hasil yang ditulis, periksa kembali apakah abstrak sudah mencerminkan isi skripsi secara akurat.

6. Tambahkan Kata Kunci

Kata kunci berisi beberapa istilah penting yang mewakili topik penelitian. Pilih istilah yang benar-benar berkaitan dengan variabel, objek, metode, atau bidang utama penelitian sesuai aturan kampus.

Jangan memasukkan kata yang terlalu umum seperti “skripsi”, “penelitian”, atau “mahasiswa” jika istilah tersebut tidak menjadi fokus utama penelitian. Jumlah kata kunci juga sebaiknya mengikuti pedoman dari perguruan tinggi.

Unsur Penting yang Harus Dicantumkan dalam Abstrak Skripsi

Abstrak yang baik tidak dinilai dari banyaknya informasi, tetapi dari kemampuan penulis memilih informasi yang paling mewakili penelitian. Setiap unsur harus saling berhubungan sehingga pembaca dapat mengikuti penelitian dari awal sampai akhir tanpa merasa kehilangan konteks.

Latar Belakang Singkat

Latar belakang dalam abstrak cukup menjelaskan persoalan utama dan alasan penelitian dilakukan. Hindari kutipan teori, nama peneliti terdahulu, atau uraian sejarah yang panjang karena informasi tersebut lebih tepat ditempatkan pada bab pendahuluan.

Tujuan Penelitian

Tujuan menunjukkan arah penelitian sehingga pembaca mengetahui hal yang ingin dicapai. Tuliskan tujuan dengan kalimat yang spesifik dan hindari pernyataan terlalu luas yang tidak sesuai dengan ruang lingkup penelitian.

Metode Penelitian

Metode memberi gambaran mengenai pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan data dan menjawab masalah penelitian. Sebutkan jenis penelitian dan metode utama secara ringkas tanpa menjelaskan prosedur secara detail.

Hasil Penelitian

Hasil merupakan informasi yang menunjukkan apa yang ditemukan setelah proses penelitian dilakukan. Jika terdapat temuan utama yang dapat diringkas menggunakan angka atau data tertentu, informasi tersebut biasanya lebih kuat dibandingkan pernyataan umum.

Kesimpulan

Kesimpulan merangkum jawaban atas tujuan penelitian berdasarkan temuan yang telah diperoleh. Jangan memasukkan opini pribadi atau rekomendasi panjang yang tidak menjadi bagian dari hasil penelitian.

Kata Kunci

Kata kunci membantu pembaca mengenali topik utama penelitian dengan cepat. Pilih beberapa istilah yang paling representatif dan gunakan istilah yang konsisten dengan judul serta isi skripsi.

Tips Menyusun Abstrak Skripsi agar Singkat, Padat, dan Jelas

Kesulitan terbesar biasanya muncul ketika mahasiswa sudah memiliki semua informasi, tetapi tidak tahu bagian mana yang harus dipangkas. Cara mengatasinya adalah membaca setiap kalimat dan bertanya apakah informasi tersebut membantu pembaca memahami masalah, metode, hasil, atau kesimpulan penelitian.

Gunakan kalimat langsung dan hindari pembukaan yang terlalu panjang. Misalnya, daripada menjelaskan kondisi umum suatu bidang selama beberapa kalimat, langsung arahkan pembaca pada masalah yang menjadi fokus penelitian.

Gunakan Data yang Benar-Benar Penting

Data dalam abstrak sebaiknya dipilih berdasarkan tingkat kepentingannya terhadap kesimpulan penelitian. Jika ada sepuluh hasil pengujian, tidak semuanya harus dimasukkan apabila hanya dua temuan yang menjadi dasar utama kesimpulan.

Cara sederhana untuk memilih data adalah melihat kembali rumusan masalah dan tujuan penelitian. Data yang paling membantu menjawab tujuan tersebut biasanya layak dipertimbangkan untuk masuk ke abstrak.

Hindari Kutipan dan Referensi yang Tidak Perlu

Abstrak umumnya dibuat mandiri sehingga pembaca dapat memahami isi utamanya tanpa membuka referensi lain. Karena itu, kutipan langsung, catatan kaki, dan daftar pustaka biasanya tidak diperlukan kecuali terdapat aturan khusus dari institusi.

Jika ada istilah ilmiah yang memang harus digunakan, tetap gunakan istilah tersebut secara konsisten. Jangan mengganti istilah penting hanya demi membuat kalimat terlihat berbeda karena dapat mengubah makna penelitian.

Periksa Konsistensi dengan Isi Skripsi

Setelah abstrak selesai, bandingkan bagian tujuan, metode, hasil, dan kesimpulannya dengan bab terkait. Pemeriksaan ini penting karena abstrak sering dibuat ketika penulis sudah terlalu terbiasa dengan isi skripsinya sehingga kesalahan kecil mudah terlewat.

Perhatikan terutama angka, jumlah responden, nama metode, variabel penelitian, dan hasil pengujian. Kesalahan satu angka saja dapat membuat abstrak tidak sesuai dengan hasil penelitian yang sebenarnya.

Gunakan Checklist Sebelum Mengumpulkan

Sebelum skripsi dikirim atau dicetak, pastikan abstrak sudah memenuhi beberapa pemeriksaan dasar berikut.

  • Masalah penelitian sudah dijelaskan secara singkat.
  • Tujuan penelitian sudah terlihat dengan jelas.
  • Metode utama sudah disebutkan.
  • Hasil penelitian menjadi bagian yang dominan.
  • Kesimpulan sesuai dengan hasil.
  • Kata kunci relevan dengan topik.
  • Jumlah kata mengikuti aturan kampus.
  • Tidak ada data yang berbeda dari isi skripsi.
  • Tidak ada kalimat berulang.
  • Ejaan dan tanda baca sudah diperiksa.

Checklist tersebut dapat digunakan sebagai pemeriksaan akhir sebelum abstrak diberikan kepada dosen pembimbing. Jika kampus memiliki format khusus, tambahkan aturan tersebut ke dalam daftar pemeriksaan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Abstrak Skripsi

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah membuat abstrak seperti ringkasan setiap bab. Cara tersebut menyebabkan abstrak menjadi panjang karena penulis mencoba memasukkan teori, penelitian terdahulu, metode, hasil, pembahasan, dan saran secara bersamaan.

Kesalahan berikutnya adalah terlalu fokus pada latar belakang tetapi hanya memberikan sedikit informasi mengenai hasil. Padahal, pembaca membutuhkan gambaran mengenai apa yang ditemukan dari penelitian, bukan hanya alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan.

Menulis Abstrak Sebelum Penelitian Selesai

Menulis abstrak terlalu awal dapat menyebabkan isi yang dicantumkan belum mencerminkan hasil akhir penelitian. Jika terjadi perubahan metode, data, atau kesimpulan, abstrak juga berisiko tertinggal dan tidak lagi sesuai dengan isi skripsi.

Solusi yang lebih aman adalah membuat draf kasar sejak awal jika diperlukan, kemudian menyelesaikan dan memperbaruinya setelah hasil serta kesimpulan penelitian sudah final. Dengan cara ini, penulis tetap memiliki kerangka tanpa menganggap draf tersebut sebagai versi akhir.

Memasukkan Terlalu Banyak Teori

Teori memang penting dalam skripsi, tetapi abstrak bukan tempat untuk menjelaskan landasan teori secara panjang. Cukup berikan konteks masalah agar pembaca memahami alasan penelitian dilakukan.

Jika sebuah kalimat hanya menjelaskan definisi teori dan tidak membantu pembaca memahami penelitian, pertimbangkan untuk menghapusnya. Ruang abstrak sebaiknya digunakan untuk informasi yang lebih dekat dengan tujuan dan hasil penelitian.

Hasil Ditulis Terlalu Umum

Kalimat seperti “penelitian ini memberikan hasil yang baik” tidak memberikan informasi yang cukup kepada pembaca. Jika terdapat temuan yang lebih jelas, sampaikan inti temuan tersebut secara langsung dan tetap sesuai dengan data penelitian.

Hindari juga mengubah hasil agar terdengar lebih menarik daripada kondisi sebenarnya. Abstrak harus menjadi representasi yang jujur terhadap penelitian, bukan bagian promosi untuk membuat penelitian terlihat sempurna.

Tidak Mengikuti Pedoman Kampus

Setiap perguruan tinggi dapat memiliki aturan berbeda mengenai jumlah kata, format abstrak, bahasa, kata kunci, dan susunan informasi. Menggunakan contoh dari internet tanpa mencocokkannya dengan pedoman kampus dapat menyebabkan format akhir tidak sesuai.

Karena itu, sebelum finalisasi, periksa buku pedoman skripsi atau template resmi yang digunakan program studi. Jika terdapat perbedaan antara contoh umum dan aturan kampus, ikuti ketentuan institusi tempat skripsi tersebut dibuat.

Kupas Tuntas Seputar Cara Menulis Abstrak Skripsi

Apakah abstrak skripsi harus ditulis setelah skripsi selesai?

Idealnya, versi final abstrak dibuat setelah hasil dan kesimpulan penelitian sudah benar-benar selesai. Draf awal boleh dibuat sebelumnya, tetapi isinya tetap harus diperiksa kembali agar sesuai dengan hasil akhir penelitian.

Berapa kata yang ideal untuk abstrak skripsi?

Panjang abstrak mengikuti aturan perguruan tinggi masing-masing sehingga tidak ada satu batas yang berlaku untuk semua mahasiswa. Jika kampus menetapkan jumlah kata tertentu, gunakan batas tersebut sebagai patokan utama daripada mengikuti contoh dari situs lain.

Apakah latar belakang harus dimasukkan ke dalam abstrak?

Latar belakang tetap perlu dicantumkan, tetapi cukup dalam bentuk konteks masalah yang sangat singkat. Tujuannya hanya menjelaskan mengapa penelitian dilakukan tanpa mengulang seluruh bagian latar belakang pada Bab I.

Apakah hasil penelitian wajib dicantumkan dalam abstrak?

Ya, hasil penelitian merupakan bagian penting karena abstrak harus memberikan gambaran mengenai temuan penelitian. Jika memungkinkan, gunakan temuan atau data utama yang secara langsung menjawab tujuan penelitian.

Apakah abstrak boleh menggunakan kutipan dari sumber lain?

Pada umumnya abstrak tidak perlu menggunakan kutipan karena bagian ini harus dapat berdiri sendiri sebagai ringkasan penelitian. Namun, jika pedoman kampus memiliki ketentuan khusus, ikuti format yang ditetapkan oleh program studi.

Apakah abstrak harus dibuat dalam satu paragraf?

Format abstrak bergantung pada pedoman kampus atau fakultas sehingga tidak selalu sama. Jika tidak ada aturan khusus, gunakan susunan yang rapi dan pastikan seluruh unsur penelitian tetap mengalir dari masalah hingga kesimpulan.

Apakah kata kunci harus sama dengan judul skripsi?

Tidak harus seluruhnya sama, tetapi kata kunci sebaiknya memiliki hubungan kuat dengan topik utama penelitian. Anda dapat memilih istilah yang mewakili variabel, objek, metode, atau konsep utama yang paling sering dibahas dalam penelitian.

Bolehkah menggunakan singkatan dalam abstrak?

Singkatan sebaiknya digunakan secara hati-hati dan dijelaskan terlebih dahulu jika belum umum bagi pembaca. Untuk istilah yang sangat spesifik, menuliskan bentuk lengkap pada penggunaan pertama biasanya membuat abstrak lebih mudah dipahami.

Kesimpulan

Menulis abstrak skripsi untuk pemula akan lebih mudah jika informasi disusun mengikuti alur masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Jangan mencoba memasukkan seluruh isi skripsi karena abstrak hanya membutuhkan informasi yang paling mewakili penelitian.

Sebelum finalisasi, pastikan setiap data dan pernyataan sesuai dengan isi skripsi serta jumlah kata mengikuti pedoman kampus. Dengan memilih informasi secara selektif dan menggunakan kalimat yang langsung, abstrak dapat tetap singkat sekaligus memberikan gambaran penelitian yang jelas kepada pembaca.