Perubahan kurikulum di Dapodik tidak cukup dilakukan dengan mengganti satu pilihan saja. Cara mengubah Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka di Dapodik perlu disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan, kelas yang menerapkan kurikulum, mata pelajaran, serta rombongan belajar agar data yang dikirim tetap konsisten.
Dalam implementasinya, pilihan kurikulum berada dalam pengelolaan data rombongan belajar. Panduan resmi Dapodik menjelaskan bahwa proses implementasi Kurikulum Merdeka dapat dilakukan secara bertahap atau serentak, sehingga pilihan kurikulum pada rombel bisa berbeda menurut jenjang dan kelas.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah versi aplikasi yang digunakan. Tampilan dan proses bisnis dapat berubah setelah pembaruan Dapodik, sehingga langkah berikut menggunakan alur umum yang perlu disesuaikan dengan menu yang tersedia pada versi aplikasi di sekolah.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengubah Kurikulum di Dapodik?

Sebelum masuk ke menu Dapodik, operator sebaiknya memastikan bahwa sekolah memang akan menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran yang sedang dikelola. Jangan mengubah pilihan hanya karena ingin menyesuaikan tampilan data, sebab perubahan kurikulum akan berpengaruh pada rombel dan referensi mata pelajaran.
Kebijakan kurikulum juga perlu diperhatikan. Untuk Tahun Ajaran 2025/2026, pemerintah masih menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berlaku.
Siapkan data sekolah dan rombel
Sebelum melakukan perubahan, cek terlebih dahulu data berikut:
- Tahun ajaran dan semester yang sedang aktif.
- Daftar rombongan belajar.
- Tingkat atau kelas yang akan menggunakan Kurikulum Merdeka.
- Daftar peserta didik pada setiap rombel.
- Daftar guru dan penugasan mengajar.
- Mata pelajaran yang digunakan.
- Struktur kurikulum yang berlaku di satuan pendidikan.
Jika sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap, tidak semua tingkat harus langsung menggunakan kurikulum tersebut. Karena itu, operator perlu memiliki daftar kelas yang sudah ditetapkan sekolah sebelum mengubah data.
Pastikan aplikasi Dapodik sudah diperbarui
Gunakan versi Dapodik yang ditetapkan untuk periode pendataan yang sedang berjalan. Pembaruan aplikasi dapat membawa perubahan pada referensi kurikulum, mata pelajaran, rombongan belajar, maupun validasi.
Sebagai contoh, pada Dapodik 2025 pemerintah menambahkan proses bisnis implementasi Kurikulum Merdeka pada menu Rombongan Belajar dan menyesuaikan referensi mata pelajaran dengan regulasi kurikulum.
Catatan penting: jangan menjadikan tampilan dari versi Dapodik lama sebagai patokan mutlak. Jika nama menu atau pilihan berbeda, ikuti struktur menu yang tersedia pada versi resmi yang sedang digunakan sekolah.
Cara Mengecek Kurikulum yang Sedang Aktif di Dapodik
Langkah pertama adalah memastikan kurikulum yang tercatat pada rombel sebelum melakukan perubahan. Pemeriksaan ini penting agar operator tidak mengubah rombel yang sebenarnya sudah menggunakan Kurikulum Merdeka.
Buka menu Rombongan Belajar
Login ke aplikasi Dapodik menggunakan akun operator sekolah, kemudian buka bagian Rombongan Belajar. Pilih daftar rombel yang ingin diperiksa.
Perhatikan informasi tingkat, nama rombel, wali kelas, peserta didik, dan bagian kurikulum yang tersedia pada rombel tersebut. Jika pilihan yang tampil adalah Kurikulum 2013, berarti rombel tersebut masih menggunakan referensi K13 pada data yang sedang dikelola.
Periksa setiap tingkat secara terpisah
Jangan hanya memeriksa satu kelas lalu menganggap seluruh sekolah masih menggunakan Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum Merdeka dapat dilakukan secara bertahap, sehingga kondisi antarkelas dapat berbeda.
Pada proses bisnis Dapodik 2025, misalnya, kelas I, IV, VII, dan X untuk satuan pendidikan yang menerapkan IKM 2024/2025 diarahkan pada pilihan Kurikulum Merdeka, sedangkan beberapa kelas lainnya dapat menampilkan pilihan K13 dan Kurikulum Merdeka.
Karena itu, buat catatan sederhana sebelum melakukan perubahan:
| Tingkat | Kurikulum Saat Ini | Target |
|---|---|---|
| Kelas I | K13 | Merdeka |
| Kelas II | K13 | Merdeka |
| Kelas III | K13 | K13/Merdeka sesuai kebijakan |
| Kelas IV | K13 | Merdeka |
| Kelas V | K13 | K13/Merdeka sesuai kebijakan |
| Kelas VI | K13 | K13/Merdeka sesuai kebijakan |
Tabel tersebut hanya contoh pencatatan. Target sebenarnya harus mengikuti keputusan implementasi kurikulum sekolah dan pilihan yang tersedia pada versi Dapodik yang digunakan.
Cara Mengubah Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka di Dapodik
Setelah data awal diperiksa, perubahan dilakukan melalui pengaturan rombongan belajar. Pada Dapodik yang mendukung proses bisnis tersebut, pilihan kurikulum muncul ketika operator membuat atau mengatur rombel.
1. Buka menu Rombongan Belajar
Masuk ke Rombongan Belajar, kemudian cari rombel yang akan menggunakan Kurikulum Merdeka, periksa kembali tingkat kelas sebelum melakukan perubahan. Kesalahan memilih rombel dapat membuat struktur data kelas tidak sesuai dengan kondisi sekolah.
2. Periksa atau buat rombel sesuai kebutuhan
Jika sistem menyediakan pilihan perubahan pada rombel yang sudah ada, ikuti opsi yang tersedia. Namun pada proses tertentu, terutama implementasi Kurikulum Merdeka yang baru diterapkan, Dapodik dapat mengharuskan operator membuat rombel ulang.
Panduan Dapodik 2025 menyebutkan bahwa satuan pendidikan yang baru menerapkan IKM pada Tahun Ajaran 2024/2025 melakukan input ulang data rombel secara manual karena fitur kenaikan kelas dinonaktifkan untuk proses tersebut.
3. Pilih Kurikulum Merdeka
Pada bagian Kurikulum, pilih Kurikulum Merdeka jika pilihan tersebut tersedia dan sesuai dengan implementasi sekolah, jangan memilih kurikulum hanya karena opsi tersebut muncul. Pastikan tingkat kelas dan tahun ajaran memang sesuai dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang ditetapkan sekolah.
4. Lengkapi data rombel
Setelah kurikulum dipilih, lengkapi informasi rombel seperti nama rombel, wali kelas, peserta didik, serta data lain yang diminta aplikasi, tujuannya adalah memastikan rombel tidak hanya memiliki label kurikulum yang benar, tetapi juga mempunyai anggota dan penugasan yang sesuai.
5. Simpan perubahan
Klik Simpan setelah seluruh data diperiksa. Jika aplikasi memberikan pesan peringatan atau validasi, baca keterangannya terlebih dahulu dan jangan langsung mengabaikannya.
Apabila perubahan berhasil, periksa kembali rombel tersebut untuk memastikan pilihan kurikulum sudah berubah menjadi Kurikulum Merdeka.
Perhatikan urutan pembuatan rombel
Urutan input rombel dapat berpengaruh pada pilihan kurikulum tertentu. Dalam panduan Dapodik 2025, terdapat aturan khusus pada beberapa tingkat ketika sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap.
Karena itu, jika pilihan Kurikulum Merdeka tiba-tiba tidak muncul pada kelas tertentu, jangan langsung menganggap aplikasinya rusak. Bisa jadi pilihan tersebut mengikuti proses bisnis rombel yang sudah lebih dahulu dibuat.
Cara Menyesuaikan Mata Pelajaran Setelah Kurikulum Diubah
Mengubah kurikulum pada rombel bukan berarti pekerjaan selesai. Setelah kurikulum berubah, operator perlu memastikan mata pelajaran yang digunakan sudah mengikuti referensi yang tersedia untuk kurikulum tersebut.
Periksa daftar mata pelajaran
Masuk ke bagian pengaturan pembelajaran atau menu yang digunakan untuk memasukkan mata pelajaran pada rombel. Periksa apakah mata pelajaran yang tercantum sudah sesuai.
Jangan sekadar mempertahankan semua mata pelajaran dari K13, karena referensi mata pelajaran dapat berubah ketika kurikulum yang digunakan berbeda, dapodik 2025 secara resmi melakukan penyesuaian referensi mata pelajaran berdasarkan perubahan regulasi kurikulum.
Sesuaikan guru dan jam mengajar
Setelah mata pelajaran diperiksa, cocokkan dengan guru yang mengampu. Pastikan nama guru, mata pelajaran, rombel, dan jumlah jam tidak bertentangan dengan pembagian tugas sekolah.
Bagian ini penting terutama untuk sekolah yang membutuhkan data pembelajaran yang valid untuk proses pendataan guru dan berbagai layanan pendidikan.
Jika ada mata pelajaran yang tidak muncul, jangan membuat nama mata pelajaran secara sembarangan. Periksa terlebih dahulu referensi yang tersedia pada aplikasi dan pastikan versi Dapodik sudah sesuai.
Cara Mengatur Rombongan Belajar agar Sesuai dengan Kurikulum Merdeka
Rombongan belajar menjadi bagian penting karena kurikulum pada Dapodik berkaitan langsung dengan data pembelajaran yang dimasukkan ke dalam rombel. Kesalahan di tahap ini dapat membuat data kurikulum terlihat benar, tetapi isi pembelajarannya belum sesuai.
Tentukan kelas yang menerapkan Kurikulum Merdeka
Buat pemetaan berdasarkan tingkat kelas sebelum membuat atau mengedit rombel. Jika sekolah menerapkan kurikulum secara bertahap, pisahkan dengan jelas kelas yang masih menggunakan K13 dan kelas yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka.
Untuk SD, SMP, dan jenjang lainnya, aturan penerapan dapat memiliki tahapan berbeda. Panduan resmi Dapodik 2025 menjelaskan bahwa implementasi dapat dilakukan secara bertahap atau serentak sesuai ketentuan yang berlaku.
Jangan terburu-buru menggunakan fitur kenaikan kelas
Pada kondisi tertentu, proses Kurikulum Merdeka membuat operator perlu melakukan input rombel secara manual. Panduan Dapodik 2025 bahkan menyebutkan bahwa fitur kenaikan kelas dinonaktifkan untuk satuan pendidikan yang baru menerapkan IKM pada periode tersebut.
Artinya, jika menu yang biasanya digunakan untuk kenaikan kelas tidak tersedia, belum tentu terdapat kesalahan aplikasi. Periksa panduan versi Dapodik yang digunakan dan ikuti proses bisnis yang ditentukan.
Periksa anggota rombel
Setelah rombel dibuat, pastikan seluruh peserta didik masuk ke kelas yang benar. Hindari memasukkan peserta didik ke rombel hanya untuk membuat jumlah siswa terlihat lengkap.
Data peserta didik harus mencerminkan kondisi sebenarnya di sekolah karena Dapodik digunakan sebagai basis data untuk berbagai kebutuhan perencanaan dan layanan pendidikan.
Solusi Jika Opsi Kurikulum Merdeka Tidak Muncul di Dapodik
Tidak munculnya pilihan Kurikulum Merdeka merupakan salah satu masalah yang sering membuat operator bingung. Penyebabnya tidak selalu berasal dari aplikasi, karena pilihan dapat dipengaruhi oleh tingkat kelas, rombel, tahun ajaran, dan proses bisnis yang diterapkan.
Periksa versi aplikasi
Pastikan aplikasi yang digunakan merupakan versi resmi dan sesuai dengan periode pendataan. Versi lama dapat memiliki referensi atau proses bisnis yang berbeda, jika aplikasi meminta pembaruan, lakukan pembaruan melalui sumber resmi sebelum mencoba mengubah data kembali.
Periksa tingkat kelas
Perhatikan tingkat rombel yang sedang dibuat. Pada proses bisnis Dapodik 2025, pilihan kurikulum tertentu memang dibatasi berdasarkan tingkat kelas bagi sekolah yang baru menerapkan IKM, jadi, tidak semua tingkat otomatis menampilkan dua pilihan kurikulum.
Periksa rombel yang sudah dibuat sebelumnya
Pilihan pada satu tingkat tertentu dapat dipengaruhi oleh rombel lain yang sudah lebih dahulu diinput. Panduan Dapodik 2025 menjelaskan adanya keterkaitan pilihan kurikulum antara tingkat tengah dan tingkat akhir pada beberapa jenjang.
Jika terjadi kesalahan input, salah satu solusi yang dijelaskan dalam panduan adalah menghapus rombel kemudian melakukan input kembali. Namun tindakan tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan operator perlu memastikan tidak menimbulkan dampak pada data GTK.
Jangan menghapus data secara sembarangan
Penghapusan rombel merupakan tindakan yang lebih berisiko dibanding sekadar mengedit pilihan. Sebelum menghapus, dokumentasikan data rombel, anggota, wali kelas, dan pembelajaran agar dapat dimasukkan kembali dengan benar.
Jika pilihan tetap tidak tersedia setelah aplikasi diperbarui dan data rombel diperiksa, koordinasikan dengan admin Dapodik atau dinas pendidikan sesuai kewenangan.
Cara Mengecek Validasi Data Setelah Perubahan Kurikulum
Tahap validasi sebaiknya dilakukan sebelum sinkronisasi. Tujuannya bukan sekadar memastikan tidak ada tanda merah, tetapi memastikan data yang dikirim benar-benar menggambarkan kondisi sekolah.
Jalankan validasi Dapodik
Gunakan menu Validasi pada aplikasi, kemudian periksa hasil pemeriksaan data. Fokus terlebih dahulu pada data yang berstatus invalid karena bagian tersebut dapat menghambat proses sinkronisasi.
Setelah memperbaiki data invalid, jalankan validasi kembali. Jangan berhenti hanya karena satu masalah sudah hilang karena perubahan pada rombel dapat memunculkan pemeriksaan lain.
Periksa empat bagian utama
Setelah mengubah kurikulum, lakukan pemeriksaan pada:
- Rombongan belajar — pastikan tingkat dan kurikulum benar.
- Peserta didik — pastikan anggota rombel sesuai.
- Pembelajaran — pastikan mata pelajaran dan guru sesuai.
- GTK — pastikan guru yang mengajar berada pada penugasan yang benar.
Data yang sudah valid kemudian dapat dilanjutkan ke proses sinkronisasi sesuai prosedur aplikasi.
Pusat Asesmen Pendidikan juga menekankan bahwa data yang dikirim satuan pendidikan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya dan menjadi tanggung jawab pihak pengirim.
Checklist sebelum sinkronisasi
Gunakan pemeriksaan singkat berikut agar tidak ada bagian penting yang terlewat:
-
Kurikulum rombel sudah sesuai.
-
Tingkat kelas sudah benar.
-
Peserta didik berada pada rombel yang tepat.
-
Mata pelajaran sesuai kurikulum.
-
Guru pengampu sudah benar.
-
Jam pembelajaran sudah diperiksa.
-
Data invalid sudah diperbaiki.
-
Hasil validasi sudah diperiksa kembali.
-
Data sekolah sesuai kondisi nyata.
Tips praktis: jangan melakukan perubahan besar pada banyak rombel sekaligus tanpa pemeriksaan. Lebih aman menyelesaikan satu kelompok tingkat, melakukan validasi, kemudian melanjutkan ke tingkat berikutnya.
Kupas Tuntas Seputar Cara Mengubah Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka di Dapodik
Apakah Kurikulum 2013 masih bisa muncul di Dapodik?
Bisa, tergantung tahun ajaran, jenjang, tingkat kelas, serta proses implementasi kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Pemerintah pada Tahun Ajaran 2025/2026 masih menyebut Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 sebagai kurikulum yang berlaku.
Apakah semua kelas harus langsung menggunakan Kurikulum Merdeka?
Tidak selalu. Implementasi dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk secara bertahap pada kondisi tertentu. Karena itu, operator harus mengikuti keputusan implementasi kurikulum di sekolah dan pilihan yang tersedia pada Dapodik.
Kenapa Kurikulum Merdeka tidak muncul saat membuat rombel?
Penyebabnya dapat berupa versi aplikasi, tingkat kelas, tahun ajaran, atau aturan proses bisnis rombel. Periksa versi Dapodik dan tingkat kelas terlebih dahulu sebelum melakukan penghapusan data.
Apakah mengubah kurikulum otomatis mengubah mata pelajaran?
Tidak sebaiknya dianggap demikian. Setelah kurikulum pada rombel diubah, operator tetap perlu memeriksa pembelajaran dan memastikan mata pelajaran yang tercatat sesuai dengan referensi kurikulum yang tersedia.
Apakah rombel harus dibuat ulang saat pindah dari K13 ke Kurikulum Merdeka?
Pada proses bisnis tertentu, iya. Panduan Dapodik 2025 menyebutkan bahwa satuan pendidikan yang baru menerapkan Kurikulum Merdeka pada periode tersebut melakukan input ulang rombel secara manual dan tidak menggunakan fitur kenaikan kelas.
Apakah menghapus rombel aman dilakukan?
Penghapusan harus dilakukan dengan hati-hati karena data yang terkait dengan rombel perlu diperiksa kembali. Panduan Dapodik juga mengingatkan operator untuk memastikan tindakan tersebut tidak berdampak pada data GTK.
Apa yang harus dilakukan setelah kurikulum berhasil diubah?
Periksa anggota rombel, mata pelajaran, guru pengampu, jam pembelajaran, lalu jalankan validasi. Jika sudah sesuai dan tidak terdapat masalah yang menghambat, data dapat disinkronkan sesuai prosedur aplikasi.
Kesimpulan
Cara mengubah Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka di Dapodik pada dasarnya dimulai dari memastikan kebijakan kurikulum sekolah, memeriksa rombel, memilih Kurikulum Merdeka pada bagian yang sesuai, lalu menyesuaikan pembelajaran dan melakukan validasi.
Bagian yang paling sering menimbulkan masalah adalah rombongan belajar. Karena proses bisnis Dapodik dapat berubah mengikuti regulasi dan versi aplikasi, operator sebaiknya tidak hanya mengganti kurikulum, tetapi memeriksa seluruh rangkaian data yang berkaitan.
Dengan melakukan perubahan secara bertahap, memeriksa referensi mata pelajaran, memastikan guru dan peserta didik berada pada rombel yang benar, serta menjalankan validasi sebelum sinkronisasi, risiko data tidak sesuai dapat diminimalkan.