Belakangan ini, jagat akademik Indonesia dihebohkan dengan kabar mengenai penghapusan kategori Sinta 5 dan 6 dalam sistem pemeringkatan jurnal nasional. Isu ini memicu kekhawatiran di kalangan dosen dan mahasiswa mengenai status publikasi ilmiah mereka yang saat ini terindeks di klaster tersebut.
Untuk memahami kebenaran kabar Sinta 5 dan 6 Dihapus Bagi Akademisi? Cek Fakta dan Kebijakan Terbaru ini, kita perlu menelaah regulasi resmi dari Kemendikbudristek. Artikel ini akan mengupas tuntas status akreditasi jurnal nasional dan dampaknya bagi karier akademik Anda.
Sebelum masuk ke pembahasan mendalam, berikut adalah rangkuman data terkait kategori Sinta dan standar akreditasi jurnal nasional saat ini.
| Kategori Sinta | Nilai Akreditasi (Arjuna) | Status Saat Ini | Target Pengguna Utama |
|---|---|---|---|
| Sinta 1 | 85 ≤ Nilai ≤ 100 | Aktif (Terindeks Scopus/WOS) | Dosen Senior/Guru Besar |
| Sinta 2 | 70 ≤ Nilai < 85 | Aktif | Lektor Kepala/Doktor |
| Sinta 3 | 60 ≤ Nilai < 70 | Aktif | Lektor/Asisten Ahli |
| Sinta 4 | 50 ≤ Nilai < 60 | Aktif | Asisten Ahli/Mahasiswa S2 |
| Sinta 5 | 40 ≤ Nilai < 50 | Aktif | Mahasiswa S1/S2/Pemula |
| Sinta 6 | 30 ≤ Nilai < 40 | Aktif | Mahasiswa/Latihan Menulis |
Fakta di Balik Isu Penghapusan Sinta 5 dan 6
Kabar mengenai penghapusan Sinta 5 dan 6 sebenarnya berawal dari wacana peningkatan standar mutu publikasi ilmiah di Indonesia. Pemerintah melalui Ditjen Diktiristek memang terus mendorong agar jurnal-jurnal nasional naik kelas menuju standar internasional yang lebih tinggi.
Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan resmi yang secara total menghapus keberadaan Sinta 5 dan 6 dari sistem Science and Technology Index (Sinta). Klaster ini masih berfungsi sebagai wadah bagi jurnal-jurnal rintisan yang sedang berkembang menuju tata kelola yang lebih baik.
Penting bagi Anda untuk memahami bahwa Sinta 5 dan 6 tetap memiliki poin KUM (Kredit Usaha Mengajar) untuk kenaikan jabatan akademik. Meskipun poin yang diberikan memang lebih rendah dibandingkan dengan jurnal yang berada di klaster Sinta 1 atau Sinta 2.
Isu ini seringkali muncul karena adanya perubahan syarat kelulusan bagi mahasiswa di beberapa kampus besar yang mulai mewajibkan publikasi minimal Sinta 3 atau 4. Hal inilah yang kemudian disalahartikan sebagai penghapusan kategori Sinta 5 dan 6 secara nasional.
Mengapa Klaster Sinta Sangat Penting Bagi Dosen?
Sinta atau Science and Technology Index merupakan portal yang berisi pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Portal ini menjadi referensi utama bagi pemerintah dalam memetakan produktivitas riset di Indonesia.
Bagi seorang dosen, publikasi di jurnal yang terindeks Sinta bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bukti kontribusi pada ilmu pengetahuan. Setiap tingkatan Sinta mencerminkan kualitas manajemen jurnal dan kedalaman substansi artikel yang diterbitkan.
Kenaikan jabatan fungsional dosen dari Asisten Ahli hingga Guru Besar sangat bergantung pada track record publikasi di jurnal terakreditasi ini. Tanpa indeksasi Sinta, sebuah jurnal nasional seringkali dianggap kurang kredibel dalam penilaian angka kredit.
Oleh karena itu, meskipun Sinta 5 dan 6 saat ini masih tersedia, para akademisi disarankan untuk mulai membidik target publikasi yang lebih tinggi. Hal ini bertujuan agar portofolio penelitian Anda tetap relevan dengan standar evaluasi kinerja di masa depan.
Dampak Wacana Perubahan Kebijakan Sinta Bagi Mahasiswa
Bukan hanya dosen, mahasiswa tingkat akhir juga merasakan dampak dari setiap perubahan kebijakan publikasi ilmiah. Banyak program studi yang kini memperketat syarat publikasi sebagai pengganti atau pendamping skripsi, tesis, dan disertasi.
Jika nantinya Sinta 5 dan 6 benar-benar ditiadakan atau tidak lagi diakui untuk syarat kelulusan, mahasiswa tentu harus bekerja lebih keras. Kualitas riset harus ditingkatkan agar bisa menembus jurnal di level Sinta 3 atau yang lebih tinggi.
Namun, sisi positifnya adalah standar lulusan perguruan tinggi di Indonesia akan semakin kompetitif di level global. Mahasiswa terbiasa melakukan riset dengan metodologi yang ketat dan penulisan yang sistematis sejak dini.
Bagi Anda yang saat ini sedang menyusun tugas akhir, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing mengenai target jurnal. Pastikan jurnal tujuan Anda memiliki reputasi yang baik dan tidak masuk dalam kategori jurnal predator.
Cara Mengecek Status Akreditasi Jurnal di Portal Sinta
Langkah ini sangat penting dilakukan secara rutin karena status akreditasi sebuah jurnal bisa berubah sewaktu-waktu. Sebuah jurnal bisa saja turun peringkat (downgrade) atau justru naik peringkat (upgrade) berdasarkan evaluasi periodik.
Berikut adalah langkah-langkah untuk memeriksa status akreditasi jurnal melalui laman resmi Sinta :
- Buka peramban di perangkat Anda dan kunjungi situs resmi sinta.kemdikbud.go.id melalui kolom pencarian.
- Pada halaman utama, arahkan kursor ke menu navigasi atas dan klik pada bagian Sources.
- Pilih opsi Journals dari menu drop-down yang muncul untuk masuk ke daftar basis data jurnal.
- Masukkan nama jurnal atau kata kunci topik riset Anda pada kolom pencarian yang tersedia.
- Tekan tombol cari atau tekan Enter untuk menampilkan hasil pencarian jurnal yang sesuai.
- Lihat pada bagian samping nama jurnal, akan muncul ikon berwarna dengan keterangan S1, S2, S3, S4, S5, atau S6.
- Klik pada nama jurnal tersebut untuk melihat detail masa berlaku akreditasi dan riwayat publikasinya.
- Pastikan tanggal masa berlaku akreditasi (expiry date) belum terlampaui agar artikel Anda tetap mendapat poin penuh.
Strategi Menembus Jurnal Sinta 3 ke Atas untuk Pemula
Banyak akademisi pemula merasa gentar untuk mencoba mengirimkan artikel ke jurnal Sinta 3 atau Sinta 2. Padahal, dengan persiapan yang matang dan mengikuti panduan penulisan (author guidelines) secara presisi, peluang diterima tetap terbuka lebar.
Salah satu kunci utama adalah kebaruan (novelty) dari penelitian yang dilakukan, sekecil apapun itu. Pastikan Anda melakukan tinjauan pustaka (literature review) yang komprehensif terhadap penelitian-penelitian terbaru di bidang terkait.
Selain itu, penggunaan referensi dari jurnal bereputasi dalam lima tahun terakhir akan sangat membantu memperkuat argumen Anda. Editor jurnal biasanya sangat memperhatikan daftar pustaka untuk melihat sejauh mana penulis menguasai isu terkini.
Jangan lupakan aspek teknis seperti kerapihan format, penggunaan aplikasi sitasi seperti Mendeley atau Zotero, serta pengecekan tingkat plagiarisme. Hal-hal kecil ini seringkali menjadi penentu apakah artikel Anda akan lanjut ke proses review atau langsung ditolak di meja editor.
Memahami Perbedaan Signifikan Antara Sinta 1-6
Secara teknis, perbedaan utama antara setiap tingkatan Sinta terletak pada nilai akreditasi yang diberikan oleh asesor ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Sinta 1 adalah kasta tertinggi karena biasanya sudah terindeks di basis data internasional bereputasi seperti Scopus.
Sinta 2 memiliki standar yang hampir mendekati jurnal internasional, dengan proses peer-review yang sangat ketat dan konsisten. Artikel yang diterbitkan di Sinta 2 seringkali dijadikan rujukan utama dalam pengembangan teori baru.
Sinta 3 dan 4 menjadi "tulang punggung" publikasi ilmiah di Indonesia karena jumlahnya yang sangat banyak dan mencakup berbagai disiplin ilmu. Proses distribusinya cukup merata di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Sementara itu, Sinta 5 dan 6 lebih banyak dikelola oleh program studi atau fakultas untuk menampung karya-karya awal mahasiswa. Meskipun berada di level bawah, pengelolaan teknis seperti ketersediaan OJS (Open Journal System) tetap harus terpenuhi dengan standar minimum.
Kebijakan Baru Mengenai Tata Kelola Jurnal Nasional 2026
Memasuki tahun 2026, pemerintah mulai menerapkan integrasi data yang lebih ketat antara Sinta, Sister (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi), dan PDDIKTI. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya manipulasi data publikasi oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Setiap artikel yang dipublikasikan harus terhubung dengan nomor ID Sinta masing-masing dosen agar otomatis tersinkronisasi. Kebijakan ini memudahkan proses penilaian angka kredit secara digital dan transparan tanpa perlu pengajuan manual yang rumit.
Proses sinkronisasi data publikasi ke sistem Sister dapat dilakukan dengan cara berikut :
- Masuk ke akun Sister masing-masing menggunakan kredensial yang valid.
- Pilih menu Pelaksanaan Penelitian lalu masuk ke sub-menu Publikasi Karya.
- Klik tombol Impor dari Sinta untuk menarik data artikel yang sudah terindeks secara otomatis.
- Periksa kembali detail informasi seperti judul, nama jurnal, volume, nomor, dan tautan (URL) artikel.
- Jika data sudah sesuai, klik simpan dan tunggu proses verifikasi dari admin kepegawaian di kampus Anda.
Masa Depan Publikasi Ilmiah Tanpa Sinta 5 dan 6?
Andaikata di masa depan Sinta 5 dan 6 benar-benar dihapus, maka akan terjadi pergeseran besar dalam ekosistem akademik kita. Jurnal-jurnal yang saat ini berada di posisi terbawah tersebut dipaksa untuk segera melakukan perbaikan manajemen secara radikal.
Mereka harus memperbaiki kualitas reviewer, mempercepat turnaround time, hingga memastikan keberlanjutan terbitan secara berkala. Jika tidak, jurnal tersebut terancam kehilangan status akreditasi dan tidak lagi diakui dalam portofolio akademik.
Namun, kita tidak perlu panik secara berlebihan karena transisi kebijakan publik biasanya memakan waktu yang cukup lama. Pemerintah pasti akan memberikan masa tenggang bagi pengelola jurnal untuk beradaptasi dengan standar yang baru.
Fokuslah pada kualitas tulisan Anda daripada sekadar mengejar kuantitas publikasi di sembarang tempat. Tulisan yang berkualitas akan menemukan tempatnya sendiri di jurnal-jurnal bereputasi tinggi tanpa harus khawatir akan perubahan regulasi.
Tips Bagi Pengelola Jurnal Agar Tetap Terakreditasi
Bagi Anda yang bertugas sebagai pengelola jurnal (journal manager), tantangan di tahun 2026 ini memang semakin berat. Persaingan antar jurnal untuk mendapatkan naskah berkualitas dari penulis luar institusi menjadi sangat kompetitif.
Sangat disarankan untuk mulai menjalin kolaborasi dengan asosiasi profesi atau organisasi keilmuan tertentu. Hal ini dapat meningkatkan visibilitas jurnal Anda dan mendatangkan penulis-penulis dari berbagai daerah bahkan luar negeri.
Berikut adalah beberapa tips agar jurnal Anda dapat naik peringkat dari Sinta 5 ke Sinta yang lebih tinggi :
- Pastikan komposisi dewan editor terdiri dari para ahli yang memiliki rekam jejak publikasi internasional (Scopus/WOS).
- Gunakan sistem Double-Blind Peer Review secara konsisten untuk menjaga objektivitas penilaian naskah.
- Pastikan setiap artikel memiliki DOI (Digital Object Identifier) yang aktif dan dapat diakses dengan mudah.
- Tingkatkan keragaman asal penulis (author diversity) agar tidak didominasi oleh penulis dari internal instansi sendiri.
- Gunakan fitur Similarity Check (seperti Turnitin atau iThenticate) untuk setiap naskah yang masuk sebelum diproses lebih lanjut.
- Publikasikan jurnal tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada profil OJS jurnal.
Kesimpulan: Apakah Anda Harus Khawatir?
Kesimpulannya, hingga saat ini belum ada kebijakan yang menghapus Sinta 5 dan 6 bagi akademisi Indonesia secara mendadak. Namun, tren kebijakan memang mengarah pada peningkatan standar kualitas yang lebih tinggi di masa mendatang.
Anda tetap dapat menggunakan publikasi di Sinta 5 dan 6 untuk keperluan administratif selama masa berlaku akreditasinya masih aktif. Namun, mulailah mempersiapkan diri untuk mempublikasikan karya di jurnal dengan peringkat yang lebih tinggi demi keamanan karier jangka panjang.
Dunia akademik adalah dunia yang dinamis, di mana regulasi bisa berubah menyesuaikan tuntutan zaman dan persaingan global. Tetaplah mengikuti perkembangan informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah seperti akun media sosial resmi Ditjen Diktiristek.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah artikel di Sinta 6 masih laku untuk kenaikan jabatan Asisten Ahli?
Ya, selama belum ada aturan baru yang membatalkan nilai KUM untuk Sinta 6, publikasi tersebut masih dapat digunakan. Namun, pastikan Anda memenuhi kuota syarat minimal sesuai dengan Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit (PO-PAK) terbaru.
2. Bagaimana jika jurnal tempat saya mempublikasikan artikel tiba-tiba turun status menjadi tidak terakreditasi?
Biasanya, penilaian angka kredit didasarkan pada status akreditasi jurnal pada saat artikel tersebut diterbitkan (published date). Jika saat terbit masih terakreditasi Sinta, maka status tersebut yang akan diakui oleh tim penilai.
3. Apa yang harus saya lakukan jika status Sinta di akun Sinta saya belum ter-update?
Anda dapat melakukan pembaruan data secara mandiri melalui tombol Update Profile atau menghubungi verifikator Sinta di perguruan tinggi Anda. Pastikan data di Google Scholar dan Garuda sudah sinkron karena Sinta menarik data dari sumber-sumber tersebut.
4. Apakah biaya publikasi di Sinta 1 dan 2 lebih mahal?
Tidak selalu, biaya publikasi (APC) ditentukan oleh masing-masing pengelola jurnal, bukan oleh pihak Sinta. Bahkan banyak jurnal Sinta 1 dan 2 yang tidak memungut biaya sepeser pun jika kualitas artikel Anda benar-benar luar biasa.
5. Apakah Sinta akan digantikan oleh sistem pemeringkatan lain?
Hingga saat ini, Sinta tetap menjadi pilar utama dalam pemetaan riset di Indonesia. Namun, integrasi dengan basis data internasional dan sistem seperti Sister akan terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem data yang tunggal.
"Kualitas sebuah karya ilmiah tidak hanya ditentukan oleh di mana ia diterbitkan, tetapi oleh seberapa besar manfaat yang diberikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat."
Demikian informasi lengkap mengenai isu penghapusan Sinta 5 dan 6 serta panduan terbaru bagi para akademisi. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan pencerahan bagi perjalanan karier akademik Anda di masa depan.